POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem mengeluhkan ulah nakal oknum guide (pramuwisata) lokal, yang memaksa atau mematok uang tip usai mengantar tamunya.
Keluhan disuarakan wisatawan asal Srilanka. Kondisi itu ramai jadi perbincangan setelah pemilik tamu memposting kejadian tersebut di media sosial (medsos). Gubernur Bali, Wayan Koster, ikut memberi perhatian atas persoalan ini.
Dalam akun media sosial, ada curhatan berisi kisah sopir yang mengeluh kembali terjadi pemalakan oleh oknum pramuwisata lokal di Besakih.
“Seperti biasa, yang antar sampai ke tempat donasi atau tiket masuk. Sesudah membayar, lalu seorang guide ditunjuk petugas tiket untuk mengantarkan tamu keliling area pura. Sesudah selesai menemani dan memberi penjelasan tentang Pura Besakih, oknum guide itu minta tip dipatok oleh dia sendiri sebanyak 150 K (ribu). Wenten semeton mengalami hal seperti ini saat bawa tamu ke Besakih? Tyang dadi nak Bali dan sebagai driver merasa malu kepada tamu, yang akhirnya tyang yang minta maaf atas kejadian itu,” curhatnya.
Menurut pemilik akun, peristiwa terjadi pada Sabtu (15/7/2023) sesudah dia bersama tamunya melakukan jeep sunrise tour di Gunung Batur, Kintamani, Bangli. “Kejadiannya sekitar jam 10.00 Wita. Tamu berasal dari Srilanka, beragama Buddha,” terangnya.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, saat dikonfirmasi terkait keluhan itu, menyebut tidak ada keluhan, baik dari tamu maupun sopirnya. Dia juga menyebut sudah mengirim pesan ke sopir bersangkutan untuk mengklarifikasi siapa nama tamunya, atau siapa nama pramuwisata lokalnya.
“Badan Pengelola sudah punya aturan, dan guide lokal sudah tanda tangan pakta integritas. Kalau hal di atas benar, kami akan sanksi guide lokal, dari surat peringatan sampai skors dan pemecatan,” janjinya.
Di kesempatan terpisah, Gubernur Wayan Koster justru membenarkan bahwa kejadian pemalakan memang terjadi. Dia mengaku sudah menanyakan via Whatsapp kepada Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih. “Memang benar ada dua warga Srilanka yang dipalak. Pelaku sudah dipanggil dan diberi peringatan keras,” terangnya, ditemui usai rapat paripurna DPRD Bali, Senin (17/7/2023).
Menurut Koster, pramuwisata lokal ada pakta integritas untuk diajak kerja sama oleh Badan Pengelola. Jika melanggar, mereka diberi peringatan sampai tiga kali sebelum kemudian dipecat.
“Peristiwa betul ada, ada satu orang pelakunya. Orang lokal, ada ikatan dengan Badan Pengelola. Kalau langgar ketiga, ya putus (kerja sama). Kalau potensi akan diulang, kan sudah diberi peringatan orangnya,” tandasnya. nad/hen
























