PPS Pengganti Diingatkan Jaga Jemari di Medsos, Digaransi Bersih dari Unsur Parpol

  • Whatsapp
KETUA KPU Badung, Wayan Semara Cipta, memperhatikan PPS pengganti saat menandatangani pakta integritas penyelenggara Pilkada 2020 usai pelantikan di KPU Badung, Senin (15/6/2020) petang. Foto: gus hendra
KETUA KPU Badung, Wayan Semara Cipta, memperhatikan PPS pengganti saat menandatangani pakta integritas penyelenggara Pilkada 2020 usai pelantikan di KPU Badung, Senin (15/6/2020) petang. Foto: gus hendra

DENPASAR – Sebagai penyelenggara pemilu, asas imparsial atau adil menjadi pegangan hidup. Menjaga spirit itu, para Panitia Pemungutan Suara (PPS) diminta menjaga jari mereka di media sosial agar tidak mengunggah status yang dapat dimaknai merusak netralitas. Pesan itu disampaikan Ketua KPU Badung, Wayan Semara Cipta, saat melantik 10 orang PPS pengganti antarwaktu (PAW), Senin (15/6/2020).

Menurutnya, secara administrasi netralitas PPS di Badung sudah teruji dengan tidak adanya nama mereka dalam Sipol. Tantangan berikutnya adalah menjaga delapan bulan ke depan sampai 31 Januari 2021 harus benar-benar menjaga jari-jemari mereka di media sosial. “Jadi, jangan asal unggah status atau pesan lain yang kemudian dimaknai berbeda oleh masyarakat. Penyelenggara pilkada itu seperti manusia setengah dewa, tidak boleh salah di mata masyarakat,” pesan komisioner yang akrab disapa Kayun itu.  

Baca juga :  Karena Ini, Satu Pedagang Pasar Pasah Pemecutan Akan Dites Usap

Mengenai kepastian tidak ada PPS tersangkut di Sipol, Kayun menjamin hal tersebut. Dia bilang sudah melakukan pemeriksaan ketat agar PPS yang baru sesuai petunjuk Bawaslu. Dari 10 orang yang dilantik, satu di antaranya perempuan. Ada yang dari seleksi wawancara, seleksi tertulis, dan ada juga dari usulan karang taruna.

“Kalau untuk Sipol sudah aman. Kami trauma juga rekutmen PPS yang kemarin itu ternyata ada di Sipol, dan jadi temuan Bawaslu. Makanya yang pengganti ini kami jamin aman sepenuhnya,” ujarnya kalem.

Pelantikan PPS pengganti juga dilakukan KPU Denpasar untuk memutar roda tahapan Pilkada 2020 yang sempat ditunda gegara Corona, Senin (15/6/2020) malam. “Kalau PPS pengganti yang ini sudah kami koordinasikan dengan Bawaslu Denpasar, dan semuanya sudah beres administrasi,” kata Ketua Denpasar, I Wayan Arsajaya, usai pelantikan.

Baca juga :  Tetap Optimis Berinvestasi pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Secara lengkap, KPU Denpasar melantik empat PPS baru terdiri dari tiga di Pemecutan Kelod dan 1 di Pemecutan Kaja. Dari empat orang itu, dua di antaranya karena mengundurkan diri dan dua sisanya karena identitasnya masuk dalam Sistem Administrasi Partai Politik (Sipol). Selain PPS, juga dilantik 1 Sekretariat PPK Dentim.

Soal mengapa dilantik pada malam hari, Arsajaya bilang untuk memastikan semua syarat administrasi sudah tidak ada masalah lagi. Dia juga menyebut sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Denpasar terkait tahapan pelantikan itu. “Sudah beres semua sesuai pengawasan Bawaslu, dan PAW-nya juga sudah siap dilantik,” tegasnya.

Anggota Bawaslu Denpasar, Putra Wiratma, yang dihubungi terpisah menegaskan persoalan PPS pengganti sudah selesai secara administrasi. Dia juga berkata KPU Denpasar mewawancarai para calon pengganti itu sesuai prosedur. Termasuk minta satu PPS yang terhitung baru untuk melengkapi administrasi.

Baca juga :  PBSI Belum Tentukan Strategi Hadapi Piala Thomas dan Uber 2020

“Kalau bicara proses sesuai Peraturan KPU, kami melihat rekan di KPU Denpasar sudah menjalankan itu. Hanya tolong pastikan bahwa direkrut kali ini tidak ada namanya dalam Sipol, dan saya yakin rekan di KPU sudah menjalankan itu,” cetus komisioner berpostur sentosa tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.