PPKM Level 4 Masih Dipikul, PTM Tunggu Turun Level

  • Whatsapp
Plt Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya. Foto: tra
Plt Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya. Foto: tra

DENPASAR – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas jenjang pendidikan TK hingga SMP di Kota Denpasar masih menunggu status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun level. Saat ini, Ibu Kota Provinsi Bali ini, termasuk delapan kabupaten se-Bali masih berstatus PPKM Level 4 perpanjangan hingga 13 September 2021.

Berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) maupun Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) hanya daerah berstatus PPKM Level 1 sampai 3 yang bisa menggelar PTM terbatas. Sementara daerah berstatus PPKM Level 4 masih menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh atau daring.

Bacaan Lainnya

Plt Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, mengatakan, pihaknya akan segera membahas mengenai pelaksanaan PTM terbatas bagi anak sekolah. Hal itu bisa dilakukan apabila PPKM Level 4 yang berakhir 13 September 2021 bisa turun level.

‘’Kita tunggu penetapan dari pusat, semoga pekan depan turun level baik level 3 maupun level 2. Kalau itu terjadi maka segera kita siapkan pelaksanaan PTM terbatas,’’ katanya, Selasa (7/9/2021).

Eddy Mulya menjelaskan, PTM terbatas yang akan dilaksanakan Kota Denpasar diawali dengan simulasi. Setelah itu baru dilaksanakan PTM terbatas secara bertahap.  PTM terbatas akan dilaksanakan pada sekolah yang betul-betul siap. Artinya, tidak dilaksanakan serentak.

Baca juga :  Satu Pasien Covid-19 di Badung Sembuh, Lima Orang Lainnya Dalam Perawatan

PTM terbatas akan diujicoba dulu di beberapa sekolah negeri dan swasta, juga melihat rasio sebaran kasus Covid-19 pada kewilayahan sekolah tersebut. Dirinya menyakinkan hanya sekolah yang siap nantinya bisa menggelar PTM terbatas. Sekolah yang belum siap nantinya untuk sementara menggelar belajar dari rumah.

Persyaratan lainnya, seperti sarana prasarana penunjang protokol kesehatan, hingga vaksinasi Covid-19. Siswa usia 12-17 tahun, tenaga pendidik hingga pegawai di sekolah dipastikan sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Juga ada izin dari orang tua siswa.

‘’Untuk bisa melaksanakan PTM terbatas, sekolah wajib mengajukan permohonan ke Disdikpora, setelah itu diverifikasi oleh tim Disdikpora dan Satgas Covid-19, termasuk juga melibatkan perbekel/lurah kewilayahan sekolah,’’ lugasnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar, I Gusti Lanang Jelantik, pada kesempatan terpisah mengatakan, peran Satgas Covid-19 di tiap satuan pendidikan penting untuk memperkuat pengawasan penerapan protokol kesehatan dan kebiasaan baru. Pemerintah mengarahkan sekolah di wilayah PPKM Level 1-3 meningkatkan kesiapan pembukaan PTM secara terbatas, karena ini penting untuk menekan risiko learning loss dan menjaga kualitas pembelajaran siswa.

‘’Sementara Kota Denpasar, dan Bali pada umumnya saat ini masih berada di PPKM Level 4 jadi bersabar dulu untuk menyelenggarakan PTM terbatas,’’ ucapnya.

Namun demikian, dia menegaskan, menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga agar sekolah tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 yang baru saat PTM terbatas. Meski demikian, lanjut dia, akselerasi pembukaan PTM terbatas harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Oleh karena itu, upaya perlindungan kesehatan bagi insan pelaku pendidikan dan keluarganya harus dioptimalkan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.