Politeknik Negeri Bali PKM di Jembrana, Revitalisasi Daya Tarik Wisata Desa Blimbingsari

SUARTA bersama Tim Pengembangan Desa Wisata Blimbingsari, ketika diskusi tentang penataan jalur trekking. Foto: ist
SUARTA bersama Tim Pengembangan Desa Wisata Blimbingsari, ketika diskusi tentang penataan jalur trekking. Foto: ist

JEMBRANA – Politeknik Negeri Bali (PNB) tidak hanya menggembleng mahasiswa di ruang kuliah. Namun terus berusaha mengimplementasikan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Sejumlah dosen dari Jurusan Pariwisata PNB mengadakan PkM merevitalisasi sejumlah potensi wisata di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Jembrana, untuk menjadi Daya Tarik Wisata. Hal itu diungkap I Ketut Suarta, SE., M.Si., di Kampus PNB, Bukit Jimbaran, Badung, Selasa (13/9/2022).

Ia menjelaskan, Desa Blimbingsari merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi sekitar 120 km barat Kota Denpasar atau hanya 15 km dari Pelabuhan Gilimanuk. Desa ini cukup banyak memiliki potensi wisata yang perlu dikembangkan kembali menjadi daya tarik wisata (DTW). Potensi wisata yang terdapat di Blimbingsari, di antaranya jalur trekking, perkebunan masyarakat lokal, panorama alam, dan suasana pedesaan yang berhawa sejuk. “Wisatawan yang meluangkan waktunya untuk berlibur di Desa Wisata Blimbingsari selama ini rata-rata lama tinggal hanya 1,5 hari saja,” katanya.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, mengantisipasi jumlah kunjugan wisatawan sekaligus meningkatkan lama tinggal turis yang memanfaatkan waktu luangnya menyaksikan berbagai DTW di Desa Wisata Blimbingsari, adalah dengan menggali kembali potensi-potensi wisata yang ada di daerah itu. Selama mengadakan PkM di Desa Blimbingsari, para pakar pariwisata PNB akan mengembangkan sejumlah jalur trekking dengan waktu tempuh yang bervariasi, “Di antaranya 2 jam, 4 jam, dan 6 jam,” Suarta mencontohkan.

Baca juga :  Klungkung Usul 4 Warisan Budaya Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Tim PkM dari sejumlah ahli bidang pariwisata dari perguruan tinggi vokasi tersebut, juga akan membantu mencarikan izin untuk menata Bendung Oraet Labora menjadi DTW sebagai pemikat para turis, baik mancanegara maupun domestik berlibur di Desa Wisata Blimbingsari. “Apabila Bendung Oraet Labora sudah diberikan untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata, akan sangat membantu perekonomian masyarakat setempat, termasuk pembukaan lahan persawahan, pengairan, perkebunan, dan sejumlah atraksi wisata seperti tempat memancing dan perkemahan,” tegasnya.

Pihaknya juga akan memberikan pelatihan kepada sejumlah ibu-ibu rumah tangga termasuk anggota PKK di Desa Blimbingsari mengolah hasil pertanian dan perkebunan di desa itu menjadi bahan makanan dan minuman siap saji untuk wistawan. “Hasil pertanian dan perkebunan baik umbi-umbi dan buah-buah hasil garapan para petani di Desa Blimbingsari, diolah oleh tangan-tangan terampil dari PNB menjadi barang jadi termasuk cindramata,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.