MATARAM – DPW PKS NTB pasang target menjadi pemenang Pemilu tahun 2024, dan karena itu sejumlah strategi mulai disusun. Salah satunya dengan menggelar Pemilihan Raya (Pemira) untuk menjaring bakal calon anggota legislatif yang akan diusung pada Pemilu 2024.
Ketua DPW PKS NTB, Yek Agil, mengatakan, Pemira tersebut akan diikuti seluruh kader PKS se-NTB , dan pelaksanaannya dilakukan akhir Desember ini. “Inilah cara kami untuk bisa menambah kursi di DPRD NTB. Dari posisi Wakil Ketua saat ini, mampu menjadi Ketua DPRD NTB pada Pemilu 2024,” ujarnya, belum lama berselang.
Saat ini PKS hanya memiliki tujuh kursi di DPRD NTB, dengan posisi tertinggi sebagai Wakil Ketua. Sementara untuk anggota DPRD kabupaten/kota sebanyak 30 kursi, dan untuk DPR RI sebanyak dua kursi; masing-masing satu kursi untuk Dapil Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. “Insya Allah, target kami di Pemilu 2024 akan bisa meningkat (perolehan kursinya),” sambungnya.
Ia menjelaskan, Pemira dilakukan untuk menjaring lebih dini kader PKS yang dinilai punya potensi besar mendulang suara pada Pemilu 2024. Kader-kader yang dinilai punya kriteria itu nantinya didaftarkan sebagai bakal calon angggota legislatif (BCAD) PKS. “Kami melakukan Pemira ini untuk minta pendapat mereka (kader) kira-kira siapa kader yang punya potensi untuk jadi BCAD. Dari hasil Pemira ini akan kita lihat siapa yang diinginkan kadar sebagai bacaleg,” jelasnya.
Saat Pemira, ungkapnya, kader diberi ruang untuk aktualisasi diri. Begitu juga jajaran pengurus mulai dari tingkat ranting, cabang, dan DPD untuk memilih siapa yang akan mereka usulkan untuk dicalonkan sebagai caleg. Pemira bacaleg PKS itu dilakukan untuk bacaleg tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Hasil Pemira itu akan jadi dasar PKS menyusun pencalegan yang akan didaftarkan ke KPU untuk menjadi peserta Pemilu 2024.
“Setelah Pemira ini, kami kemudian melakukan penyaringan pada bulan Maret (2022), sehingga pada April kami kasih tiket untuk jadi bacaleg,” urainya menandaskan. rul
























