RESESI ekonomi nasional, pandemi Corona belum ada tanda kapan berakhir, dan segudang persoalan sosial masih berlangsung sejak Maret 2020 sampai sekarang. Namun, realitas itu tidak menghalangi KPU Badung memancang target tinggi untuk partisipasi saat Pilkada 2020. Entah realistis atau sekadar gengsi, targetnya mencapai 80 persen.
Melirik data di Badung, tingkat partisipasi pemilih dalam pilkada menunjukkan tren menurun. Dalam Pilkada Badung 2015 partisipasi pemilih bahkan hanya 68 persen. Anomali terjadi saat pemilu, di mana pemilu 2014 partisipasi hanya 78 persen melonjak menjadi 87,22 persen pada tahun 2019. Khusus pemilu, kesadaran politik masyarakat Badung ke TPS sangat tinggi.
Ketua KPU Badung, Wayan Semara Cipta, mengakui animo masyarakat Badung untuk pilkada relatif rendah. Meski begitu, menimbang hasil pemilu yang naik signifikan, dia tetap optimis target 80 persen bisa dicapai. “Kalau di pemilu naik dari 78 menjadi 87, harapan kami untuk pilkada dari 68 persen tahun 2015 bisa jadi 86 persen tahun 2020,” ucap komisioner yang akrab disapa Kayun itu.
Sayang, ketika dikejar apakah target itu dengan estimasi Pilkada Badung diikuti dua paslon ataukah paslon tunggal, dia enggan menjawab. “Kami penyelenggara pemilu hanya bicara teknis. Pertanyaan itu sebaiknya ke pengamat,” kelitnya tersenyum.
Tingginya target partisipasi pemilih kala pandemi, dalam pandangan akademisi Unud, Dr. Kadek Dwita Apriani, sesungguhnya sah-sah saja. Sebab, berdasarkan data yang ada, pemilu nasional dan lokal di sejumlah negara saat pandemi juga menunjukkan varian partisipasi pemilih. Ada yang naik, ada juga yang turun.
“Isu yang utama itu keselamatan dan kesehatan penyelenggara dan masyarakat, sosialisasi ke pemilih juga belum optimal. Tapi mewujudkan itu bukan sebatas tanggung jawab KPU saja, tanggung seluruh stakeholder pilkada seperti kandidat, tim sukses kandidat, dan partai politik,” cetus
Terlepas dari target partisipasi pemilih yang dipatok KPU, Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen Avitus Panjaitan, menegaskan komitmen mendukung tugas-tugas KPU Badung dalam memastikan Pilkada Badung berjalan baik, aman, tertib dan lancar. “Berkaitan beberapa tahapan yang sudah dilakukan, apalagi di tengah pandemi ini, tentu menjadi perhatian kita bersama dengan saling mengingatkan dan menguatkan,” ucapnya saat rapat kerja dengan KPU Badung di satu restoran, belum lama berselang.
Komitmen serupa diutarakan Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, yang turut hadir dalam menjamin kesiapan jajarannya dalam pengamanan pilkada. “TNI, khususnya Kodim 1611/Badung, siap membantu Polresta Denpasar dan Polres Badung menyukseskan Pilkada Badung,” tegasnya.
Hal menarik disampaikan Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, terkait pilkada di masa pandemi. Dia menyoroti pentingnya koordinasi KPU dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 alias Corona. Alasannya, Satgas memiliki peran penting dalam memberi infomasi yang tepat terkait dengan standar protokol kesehatan, yang harus dilakukan penyelenggara dan pemilih. Dengan begitu, kata dia, pemilih merasa aman dan nyaman untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya. “Sehingga partisipasi pemilih di Badung dapat tercapai sesuai target KPU Badung,” sarannya.
Kayun menambahkan, perubahan besar yang terjadi pada Pilkada 2020 adalah model kampanye selama 71 hari mulai 26 September sampai dengan 5 Desember. Jika sebelumnya melibatkan massa, kini itu ditiadakan. Pola kampanye diarahkan dalam bentuk daring seperti rapat virtual atau debat menggandeng stasiun televisi. Pola dipilih untuk meminimalkan kerumunan yang terjadi dengan pelibatan masa.
“Kampanye pada masa pandemi seperti sekarang, KPU akan membatasi jumlah orang. Dalam draf yang disusun dari KPU RI, untuk kampanye akbar maksimal melibatkan 20 orang saja,” tandasnya. hen
























