Pidato 1 Jam Lebih, Suara Koster Serak, DPRD Bali Rapat Paripurna Istimewa HUT Provinsi Bali

KETUA DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, memimpin Rapat Paripurna Istimewa untuk memperingati Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, Senin (14/8/2023). Foto: ist
KETUA DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, memimpin Rapat Paripurna Istimewa untuk memperingati Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, Senin (14/8/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – DPRD Bali melangsungkan Rapat Paripurna Istimewa untuk memperingati Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, Senin (14/8/2023). Dalam paripurna yang mengundang para kepala daerah seluruh Bali dan Forkopimda Bali itu, Gubernur Bali, Wayan Koster; hadir bersama Wakil Gubernur Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati, serta para pimpinan OPD Pemprov. Ruang ini digunakan Koster menyampaikan pencapaian selama lima tahun kepemimpinannya, yang membuat suaranya sampai serak karena pidato selama 1 jam 20 menit.

Membuka rapat sekaligus memberi sambutan, Ketua DPRD Nyoman Adi Wiryatama berkata HUT Pemprov Bali mesti dimaknai sebagai pengingat sejarah perjalanan Bali. Juga mengingat perjuangan kusuma bangsa yang mendahului. “Peringatan ini agar menjadi evaluasi agar Pemprov Bali ajeg dalam pemerintahan, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan,” ajaknya dalam Bahasa Bali halus.

Read More

Tak seperti biasa, sebelum berpidato, Koster mencairkan suasana dengan pantun. “Lemah peteng nonton tari bali, seka tabuh setiti bali. Rahajeng semeng semeton Bali, suksma sampun ngrastitiang Provinsi Bali,” ucapnya disambut aplaus hadirin. “Saya akan membacakan pencapaian selama lima tahun, kurang lebih satu jam. Mohon sabar dan kuat mendengarkan,” sambungnya sembari tersenyum.

Membuka pidato, Koster menyebut pembangunan di Bali dijalankan sesuai Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Menuju Bali Era Baru sejak 5 September 2018. Visi itu diklaim dijalankan dengan konsisten, teguh pendirian untuk menjaga Bali secara niskala-sekala. Banyak kemajuan dicapai sejak awal menjabat, tapi ada juga kendala untuk menuntaskan. Salah satu yang terbesar adalah pandemi Covid-19, yang merenggut korban jiwa sampai 4.872 jiwa di Bali.

Meski meninggalkan jejak kelam, Koster menilai pandemi sejatinya siklus alam untuk membentuk tata kehidupan baru, termasuk di Bali. Penataan Bali dilakukan antara lain dengan membuat 52 produk hukum berupa pergub dan perda yang produktif, guna menata dan membuat haluan percepatan Bali Era Baru. “Produk hukum itu mendapat apresiasi masyarakat lokal, nasional dan internasional karena dinilai berpihak ke warga lokal,” jelasnya.

Capaian pembangunan di bidang pangan misalnya, Bali kini surplus dalam sembilan komoditas pangan strategis. Hanya bawang putih yang masih kurang dan perlu ditingkatkan. Hal itu menunjukkan Bali siap menjadi pulau berdaulat pangan. “Kedaulatan pangan ini masalah serius, apalagi untuk 100 tahun ke depan,” paparnya.

Di bidang papan, Koster menyebut elektrifikasi di Bali sudah 100 persen rumah tangga dialiri listrik, dan sanitasi air bersih 86 persen. Di bidang kesehatan, angka stunting di Bali hanya 8 persen, jauh di bawah rerata nasional yang 21 persen. Universal Health Coverage (UHC) di Bali bahkan mencapai 98 persen.

Meski begitu, Koster menyebut tingkat pengangguran terbuka saat ini mencapai 4,8 persen. Namun, hal itu diklaim karena pandemi yang membuat banyak lapangan pekerjaan tutup sementara atau permanen. “Dengan pulihnya pariwisata, saya yakin angkanya akan membaik,” imbuhnya sembari menyebut mendapat penghargaan selaku Gubernur sebanyak 18 kali selama lima tahun.

Mengenai aset, Koster membanggakan Pusat Kebudayaan Bali yang dibangun di atas lahan nonproduktif, yang kini nilainya menjulang tinggi. Bermodalkan Pinjaman Ekonomi Nasional (PEN) sekitar Rp1,4 triliun membangun itu, kini lahan aset Pemprov itu bernilai sekitar Rp5 triliun. “Tinggal pilih, mau jual atau jaga? Kalau saya pilih jaga aset kita, jangan sampai dijual atau beralih ke orang lain,” serunya dengan suara mulai serak.

“Saya akui saya pasti ada salah. Lewat paripurna ini saya minta maaf ke semua pihak,” tuturnya sembari melihat ke arah audiens, disambut aplaus.

Sebelum menutup rapat, tak dinyana Adi Wiryatama melantunkan kidung dengan fasih. Koster yang duduk di sisi kanannya sampai tertegun. “Seperti Arjuna yang selesai bertapa, Pak Gubernur pamit untuk periode pertama,” paparnya memungkasi. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.