DENPASAR – Imbauan tidak berkerumun tidak menghalangi Polda Bali “mengumpulkan” personel untuk paduan suara (choir). Malah Polda mendapat sertifikat rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri) karena mengumpulkan 1.946 personel dalam satu polda menyanyi bareng, tapi secara virtual alias melalui dunia maya. Pemecahan rekor ini sekaligus sebagai kado HUT ke-74 Bhayangkara yang tiba, Rabu (1/7/2020).
Ide menyanyikan lagu “You Raise Me Up” secara virtual tersebut digagas Kapolda Bali, Irjen Petrus Reinhard Golose. Piagam penghargaan dengan No: 9514/R.Muri/VI/2020 tertanggal 29 Juni 2020 diserahkan secara virtual oleh Ketua Umum Muri, Jaya Suprana, Senin (29/6/2020).
Melalui tayangan video, Jaya Suprana mengucapkan terima kasih kepada Kapolda dan seluruh personel Polda yang membuat inovasi sangat positif hingga meraih rekor Muri. Kegiatan massal di dunia maya itu belum ada di seluruh Indonesia, bahkan di dunia, terlebih dalam suasana pandemi Covid-19. “Semoga penghargaan ini bisa membuat Polda Bali semakin kompak, semangat dalam melaksanakan tugas dan semakin dicintai oleh masyarakat,” pesannya.
Kapolda Petrus Golose mengaku senang dapat mencatat rekor di Muri. Kata dia, virtual choir ini dibuat untuk memperingati Hari Bhayangkara. Pun sebagai media untuk memberi semangat seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para petugas medis serta TNI-Polri, yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Kegiatan diselenggarakan secara virtual, jelasnya, karena berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan dalam situasi pandemi.
Lebih jauh diungkapkan, dalam kurun waktu 14 hari terkumpul 2.318 data, kemudian diseleksi dan dipilih sejumlah 1.946 data. “Jumlah tersebut sama dengan tahun terpisahnya Kepolisian dari Depdagri dan menjadi Kepolisian Nasional, serta diangkatnya R.S Soekanto sebagai Kepala Kepolisian Nasional pertama pada 1 Juli 1946 silam. Video ini dijadikan sebagai salah satu momentum untuk membangkitkan rasa syukur dan semangat di tengah situasi yang sulit,” terang alumnus Akabri Kepolisian 1988 tersebut.
Selama proses pembuatan video ini, jelasnya, diakui terdapat beberapa kesulitan. Pertama, proses pengambilan video dan mengkompulir video yang butuh waktu selama 14 hari. Kedua, penentuan nada dan ritme yang belum tentu sama, karena tidak diambil secara bersamaan.
Ketiga, sambungnya, pemahaman personel Polri terhadap lagu asing serta jarang dinyanyikan. Keempat, kualitas sarana yang digunakan dalam proses perekaman berbeda-beda. Kelima, sinkronisasi audio dan video seluruh file memerlukan ketelitian dan kehati-hatian. Karena begitu rumitnya proses itu, dia kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam pembuatan virtual choir. “Semoga Polda Bali lebih semangat dan tambah kompak di tengah pandemi ini, serta bisa mempromosikan pariwisata Bali,” ajak mantan penggemar judo saat taruna tersebut. hen
























