BANGLI – Memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar memiliki daya saing dan mandiri, Pemkab Bangli tahun ini akan membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
“Rencananya gedung PLUT akan dibangun di bekas kantor BPBD Bangli dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp8,9 miliar,” kata Kepala Dinas Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Bangli, Luh Ketut Wardani, belum lama ini.
Dia menguraikan, PLUT dirancang menjadi rumah besar UMKM. Para pelaku UMKM di Bangli bisa memanfaatkan PLUT untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas. Di PLUT akan disediakan lima konsultan pendamping yang keahliannya relevan dengan inkubator yang ada. “PLUT direncanakan mulai aktif beroperasi pada 2024 mendatang,” jelasnya.
Dalam PLUT, ungkapnya, disediakan tiga inkubator yakni inkubator vision, inkubator kuliner, dan inkubator digital. Di inkubator vision akan dimasukkan UMKM yang baru bisa menjahit untuk dimatangkan keahliannya melalui pelatihan. Inkubator kuliner disediakan untuk mematangkan keahlian pelaku UMKM di bidang kuliner.
Sementara untuk membuat desain, pengemasan, dan pemasaran tersedia di inkubator digital. “PLUT nantinya dilengkapi ruang display untuk memajang produk-produk UMKM Bangli,” tandasnya. gia























