Percepat Kekebalan Kelompok, Wandhira Usul Pos Vaksinasi di Tempat Rekreasi

  • Whatsapp
WANDHIRA saat membagikan masker bersama para mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Pantai Sanur, beberapa waktu lalu. Foto: ist
WANDHIRA saat membagikan masker bersama para mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Pantai Sanur, beberapa waktu lalu. Foto: ist

DENPASAR – Keselamatan warga yang menikmati keindahan Pantai Sanur saat pandemi Covid-19 menjadi perhatian Ketua DPD Partai Golkar Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira. Agar hak masyarakat berwisata dapat diakomodasi, dan pada saat yang sama pencegahan penularan Covid-19 tetap berjalan, dia mengusulkan ada pos vaksinasi di tempat rekreasi. Apa alasan dia menggagas itu?

“Kita tidak mungkin melarang dan mengusir masyarakat yang datang berekreasi ke pantai, tetapi tetap kita tegaskan untuk penerapan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes),” jelas Wakil Ketua DPRD Denpasar tersebut, Jumat (2/7/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut politisi asal Sanur itu, bila perlu dalam kondisi penyebaran Corona yang merebak kembali saat ini, Satgas Covid-19 harus tetap ada dan berjaga di tempat-tempat keramaian, terutama di tempat rekreasi. Bahkan, jika perlu, setiap pengunjung yang sudah menerapkan prokes diwajibkan menunjukkan bukti otentik bahwa mereka sudah divaksin. Jika ternyata ada pengunjung yang belum divaksin, sambungnya, pemerintah harus jemput bola.

“Caranya ya dengan menyiapkan pos-pos vaksin di tempat-tempat wisata. Jadi, efektivitas dan kecepatan pencapaian target 70 persen masyarakat kita tervaksin akan segera terwujud,” urai mantan atlet pencak silat tersebut.

Sebelumnya, Wandhira menggandeng Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) membagikan masker kepada para pengunjung Pantai Sanur, akhir pekan lalu. Tak hanya bagi-bagi masker, dia dan para mahasiswa memberi informasi tentang kondisi lonjakan penularan dan penyebaran Covid-19 di Bali saat ini yang menanjak tajam. “Kami saat itu mengingatkan bagaimana kondisi perekonomian kita di Bali yang sangat terdampak oleh pandemi, karena kita sangat mengandalkan ekonomi di sektor pariwisata,” ucapnya.

Baca juga :  Dekranasda Gianyar Serahkan Bantuan Peralatan untuk Perajin

Menurut Wandhira, pariwisata memiliki tiga musuh besar yakni perang, bencana alam dan penyakit. Bali sudah pernah mengalami situasi perang, dalam arti perang yang dilancarkan teroris sebanyak dua kali, pada tahun 2002 dan 2005. Meski kehancurannya besar, tapi proses pemulihan pariwisata relatif cepat terjadi.

“Bencana alam juga sudah pernah kita alami, tahun 2017 Gunung Agung menunjukan aktivitasnya, sehingga warga dari beberapa desa yang ada dalam radius bahaya dievakuasi ke beberapa kabupaten dan kota di Bali. Tetapi itu tidak terlalu berpengaruh terhadap pariwisata kita,” ulasnya.

Yang paling berpengaruh, cetusnya, adalah faktor penyakit. Bali hampir dua tahun berada di bawah bayang-bayang dan cengkeraman pandemi Covid-19. Suatu keadaan yang sangat nyata memporak-porandakan segala lini perekonomian Bali yang bersandar pariwisata. Tumbangnya pariwisata merembet ke semua lini ekonomi yang lumpuh, dan tak berdaya untuk bangkit.

“Satu satunya cara adalah harus melawan pandemi ini dengan sadar bahwa kita, sebagai masyarakat yang ingin ekonomi Bali tumbuh dan bangkit lagi, menerapkan protokol kesehatan secara benar. Jalankan vaksinasi secara merata, sehingga dunia luar akan percaya bahwa kita sudah mengutamakan kesehatan. Semoga dengan itu pintu pariwisata internasional bisa dibuka, dan kondisi kita pulih kembali,” tandas penyintas Covid-19 tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.