POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pendaftaran jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP negeri tahun ajaran 2025/2026 di Kota Denpasar dibuka dari tanggal 7-9 Juli 2025 dan pengumuman dilaksanakan pada 10 Juli 2025. Tersedia kuota 32 persen dari keseluruhan kuota sekolah yang ada di Denpasar atau 1.883 kursi.
Kuota jalur prestasi akademik 6 persen atau 351 kursi sedangkan sisanya merupakan kuota untuk jalur prestasi non akademik. Jalur prestasi non akademik diantaranya, prestasi utsawa dharma gita sebesar 1 persen atau 59 kursi, puja tri sandya sebesar 1 persen atau 59 kursi, Bahasa Bali 2 persen atau 119 kursi, olahraga 10 persen atau 588 kursi, pramuka 2 persen atau 119 kursi, seni 5 persen atau 294 kursi, dan Pesta Kesenian Bali (PKB) 5 persen atau 294 kursi.
‘’Total kursi yang tersedia untuk jalur prestasi sebanyak 1.883. Adapun prestasi olahraga yang dapat diakomodir pada jalur prestasi sebanyak 37 cabang olahraga (cabor),’’ Ketua Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Denpasar Ngakan Made Samudra, Senin (7/7/2025).
Samudra menjelaskan jalur prestasi terdiri dari dua yaitu prestasi akademik dan non akademik. Sistem perangkingannya sesuai dengan bobot. Ia menekankan bahwa yang dihitung adalah prestasi sejak Juni 2022 sampai Juni 2025.
‘’Masing- masing kejuaraan memiliki bobot masing-masing, baik beregu, perorangan, dihitung dari tingkat kecamatan hingga internasional,’’ ujarnya.
Bobot nilai tingkat kecamatan paling rendah yaitu 15 untuk perorangan juara I dan 12 untuk bobot beregu.Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota, bobotnya 25 perorangan juara I dan 22 beregu. Lomba tingkat provinsi juara I perorangan mendapatkan bobot 50 dan 47 beregu.
Bobot nilai lomba tingkat regional juara I yaitu 60 perorangan dan 57 beregu. Bobot lomba tingkat nasional juara I perorangan 75 dan 72 beregu. Bobot nilai lomba tingkat internasional juara I perorangan 100 dan 97 untuk beregu.
Bobot nilai yang dihitung tidak hanya juara I, II, III, tapi juga juara IV. Namun ia menegaskan bahwa, walaupun anak tersebut memenangkan lomba tingkat kecamatan namun bisa saja mengalahkan bobot tingkat internasional. ‘’Misalnya dia ikut satu cabor dari tingkat kecamatan menang, kabupaten menang lagi, itu bisa diupload berjenjang, itu bobotnya bisa lebih besar. Kadang – kadang itu masyarakat belum paham bahwa dengan hanya memiliki piagam tingkat internasional dianggap tinggi, 100, padahal yang berjenjang ini nilainya bisa 200,’’ jelasnya.
Sementara jika anak tersebut memiliki piagam dengan berbagai macam bidang, maka anak dapat memilih piagam yang memiliki bobot paling tinggi untuk digunakan mendaftar lewat jalur prestasi.
Ia mengungkapkan bahwa ketika pendaftaran jalur prestasi dibuka, banyak calon murid mengunggah piagam tidak sesuai dengan juknis. Hal itu kerap menjadi kendala saat verifikasi terutama murid dari luar Denpasar yang mana nilainya belum diterima Disdikpora Denpasar
‘’Prestasi bisa menjadi cara bagi siswa ber-KK non Denpasar untuk sekolah di Denpasar karena sistemnya tarung bebas, begitu juga jalur mutasi dan domisili. Kita tidak petakan seperti di SD, wilayahnya semua Kota Denpasar. Silakan memilih 3 sekolah untuk jalur domisili, kalau jalur prestasi hanya 1 pilihan sekolah, silakan memilih sesuai prestasi yang ia punya,’’ jelasnya.
Data pendaftar akan terlihat pada sore hari. Jika ada berkas pendaftar yang kurang maka operator sekolah akan mengemail atau menghubungi pendaftar. Menurutnya, jika pendaftar mengikuti juknis dengan benar, maka kesalahan dapat dihindari. Namun mengingat adanya piagam berjenjang dan tidak berjenjang, kerap menjadi kendala bagi pendaftar ketika melamar.
‘’Berjenjang itu artinya penghargaan yang didapat sama. Seperti pendaftar memenangkan lomba silat secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga internasional, maka jika diakumulasi bobotnya bisa saja lebih besar, bahkan bisa mengalahkan juara tingkat Provinsi yang hanya memenangkan di tingkat itu saja, dengan hanya 1 piagam misalnya,’’ jelasnya. tra
























