Penuh Semangat, Anggota Basarnas Bali Latih Keahlian Vertikal Rescue

  • Whatsapp
PETUGAS Basarnas Bali saat menuruni tower setinggi 10 meter dalam Latsarda vertikal rescue. Foto: ist
PETUGAS Basarnas Bali saat menuruni tower setinggi 10 meter dalam Latsarda vertikal rescue. Foto: ist

MANGUPURA – Sebanyak 25 petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) mengikuti latihan SAR Daerah (Latsarda) 2020, Jumat (9/10/2020). Dari 25 petugas rescuer tersebut, tiga orang di antaranya merupakan rescuer perempuan. Peserta tersebut mengikuti praktek lapangan vertikal rescue di tower setinggi 10 meter di halaman belakang Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).

Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor Basarnas Bali, Anak Agung Alit S., menerangkan, sebelum para peserta melaksanakan rappeling, para peserta mendapatkan pengarahan dari instruktur. Dimana teknik rappeling merupakan teknik menuruni bidang vertikal dengan alat bantu utama berupa tali. ‘’Materi vertikal rescue memang sudah sering kita lakukan, namun semakin rutin berlatih dapat mempertajam kemampuan perorangan maupun tim,’’ ujar Alit.

Bacaan Lainnya

Dipaparkannya, ilmu membuat sistem untuk melaksanakan rappeling memang terlihat mudah. Namun jika hal itu selalu dilatih, maka itu akan bermanfaat untuk kecepatan petugas saat melaksanakan misi penyelamatan. Sebab dalam kondisi riil pelaksanaan operasi SAR, petugas berhitung dengan kecepatan dan ketelitian membuat sistem dalam vertikal rescue.

‘’Selain keterampilan perorangan, juga ditekankan adanya kerjasama tim. Proses evakuasi menggunakan teknik vertikal rescue amatlah berisiko, nyawa seorang rescuer bergantung pada seutas tali. Pemasangan sistem yang salah bisa berakibat fatal,’’ paparnya.

Baca juga :  Sasar Pengunjung Pasar, PDIP Gianyar Bagikan 15 Ribu Masker

Dalam latihan tersebut peserta didampingi oleh empat instruktur. Secara perorangan, peserta mencoba menuruni medan rappeling tebing yakni kaki bertumpu pada papan dan teknik rappeling juga nantinya dipraktekkan, jika rescuer turun dari helikopter menggunakan tali.

Kendati diikuti oleh perempuan, namun tidak ada perlakuan khusus yang diberlakukan dalam latihan. Dimana setiap peserta melakukan dua kali rappeling di kedua tower. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.