Waspadai DBD, Masyarakat Perlu Juga Tingkatkan Imunitas

  • Whatsapp

MANGUPURA – Meski pandemi Covid-19 menjadi momok yang tak kunjung berkesudahan, namun masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit lainnya. Salah satunya, DBD (Demam Berdarah Dengue).

‘’Tentu kita harus tetap waspada. Jangan sampai terkena DBD terlebih saat pandemi Covid-19 masih terjadi,’’ kata Kadiskes Badung, dr. Nyoman Gunarta, Jumat (9/10/2020).

Bacaan Lainnya

Ia mendaku, walau kasus DBD di Kabupaten Badung sudah mulai mereda, waspada adalah langkah yang utama untuk mencegah kasus baru. Pencegahan dapat dilakukan dengan meminimalisasi genangan air yang dapat menjadi media nyamuk bertelur dan berkembang. “Kita harus antisipasi sejak dini, jangan sampai baru ada kasus baru melakukan pembersihan lingkungan,” katanya mengingatkan.

Mantan Dirut RSD Mangusada itu mengatakan, kesiapsiagaan Dinas Kesehatan dalam hal pencegahan DBD yakni melaksanakan promosi kesehatan. Selain itu pula menyiapkan bahan-bahan insektisida untuk persiapan pengasapan (fogging) terfokus.

“Kami sudah mempersiapkan hal itu termasuk fogging. Nah, untuk promosi kesehatan kita akan turunkan jumantik juga di setiap desa,’’ sebutnya.

Sesuai data dari Dinas Kesehatan kasus DBD dari awal 2020 memang terus mengalami penurunan. Namun sesuai grafik kasus DBD di Badung sudah ada sebanyak 2.547 kasus dari awal Januari 2020.

Baca juga :  Pengadaan APD Penyelenggara Pilkada Gerakkan Ekonomi Lokal

Pada Januari terjadi 99 kasus DBD, Februari 234 kasus, Maret 484 kasus, April 746 kasus, Mei 613 kasus, Juni 200 kasus, Juli 90 kasus, Agustus 60 kasus, September sampai 2 Oktober 2020 ada 21 kasus. “Kasus DBD memang yang tinggi di awal bulan, bahkan paling puncak biasanya di bulan Maret. Namun karena saat ini musim hujan tetap kita imbau,” bebernya.

Selain memantau lingkungan sekitar, birokrat asal Desa Sibang Gede Badung, itu meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga imun tubuh dan asupan makanan yang sehat, sehingga kekebalan tubuh tidak mudah menurun.  “Penyakit yang disebabkan virus, walaupun faktornya binatang seperti DBD, kalau kondisi kita Fit, gejala ya tidak akan seberat pada orang yang tidak fit,” jelasnya. 020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.