Penonton MotoGP Gunakan Sistem “Travel Bubble”, Karantina di Bali dan Lombok

  • Whatsapp
MENPAREKRAF SandiagaUno (tengah) bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah (kanan) dan Komandan Lapangan Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Hadi Tjahjanto, saat rapat sinkronisasi panitia nasional pendukung penyelenggaraan MotoGP tahun 2022. Foto: rul

MATARAM – Fasilitas karantina terpusat untuk menampung para penonton MotoGP di Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, mulai disiapkan pemerintah. Karantina itu difokuskan untuk memfasilitasi penonton dari luar negeri atau repatriasi. Sebab, MotoGP dapat menyedot sekitar 100 ribu wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.

“Khusus pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) akan dilakukan sistem travel bubble (gelembung perjalanan), sehingga setelah proses visa dan custom clearance, PPLN langsung diarahkan ke hotel di Pulau Lombok dan Bali,” kata Komandan Lapangan Persiapan MotoGP Sirkuit Mandalika, Hadi Tjahjanto, Rabu (12/1/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut mantan Panglima TNI itu, setiap pelaku perjalanan dari luar negeri yang hendak menonton di Sirkuit Mandalika akan diperiksa untuk deteksi Covid-19 dengan tes PCR di bandara. Kemudian diantar ke hotel yang ditentukan dengan pengawasan Dinas Kesehatan. Hanya PPLN yang dinyatakan negatif PCR dapat memasuki area tier 1 sirkuit.

“Akan ada petugas khusus yang akan mengawal wisatawan luar negeri,” tegas pensiunan Marsekal itu. Karena panitia akan menjual 65 ribu tiket, untuk hotel di Lombok ada 16 ribu kamar, ditambah Sarhunta alias sarana hunian pariwisata, hotel terapung, kemudian hotel-hotel di Bali.

Baca juga :  UGD RSUD Karangasem Dipenuhi Pasien Corona, Pasien Umum Dirawat di Teras UGD

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menambahkan, kasus Omicron pasca-Natal dan tahun baru terus meningkat. Sampai tanggal 8 Januari lalu, konfirmasi positif Covid-19 varian Omicron mencapai 414 kasus. Dia memastikan Indonesia siap untuk terus menyelenggarakan kegiatan dengan adaptasi protokol kesehatan.

Sandiaga mengungkapkan, kasus Omicron yang saat ini tengah menerpa Tanah Air akan berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, ia optimistis melalui antisipasi dan mitigasi event-event yang akan digelar di awal tahun ini akan tetap dilaksanakan.

Sandiaga bilang, kenaikan jumlah kasus ini terjadi kepada para pelaku pariwisata yang pulang dari luar negeri, dalam rangka Natal dan tahun baru. Oleh sebab itu, ia berupaya untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di pintu masuk ke Indonesia.

Sandiaga mengungkapkan, akibat merebaknya kasus Omicron di Tanah Air, ada beberapa negara yang dilarang untuk masuk ke Indonesia. Untuk itu, pemerintah berencana rapat terbatas untuk pengambilan kebijakan terkait hal tersebut.

“Terdapat 14 negara yang sekarang warganya dilarang ke Indonesia. Hari ini (kemarin) akan ada ratas untuk menyampaikan posisi terakhir kita, dan kami terus mengimbau masyarakat tidak ke luar negeri dahulu. Kasus Omicron ini akan berdampak pada sektor parekraf kita, dan tentunya ini harus kita antisipasi, but the show must go on,” lugasnya.

Melalui event-event yang tertata sedemikian rupa, dia berharap ada penciptaan lapangan kerja, juga pemulihan ekonomi khususnya di sektor parekraf. Namun, tidak lupa dia menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.