Pengelola Monkey Forest Tidak Rumahkan Karyawan

  • Whatsapp
BENDESA Adat Padang Tegal Ubud, I Made Gandra. Foto: adi
BENDESA Adat Padang Tegal Ubud, I Made Gandra. Foto: adi

GIANYAR – Objek Wisata Mandala Wenara Wana, atau yang sering dikenal sebagai Monkey Forest, merupakan salah satu objek wisata paling banyak dikunjungi pelancong diGianyar. Namun, karena merebaknya Covid-19, objek wisata ini terpaksa tutup. Meski begitu, Desa Adat Padang Tegal Ubud sebagai pengelola tidak merumahkan karyawan.

Bendesa Adat Padang Tegal Ubud, Made Gandra, Minggu (21/6) mengatakan, objek wisata Monkey Forest mempekerjakan 150 pekerja. Selama ditutup, tidak satu pun pekerja dirumahkan. Dia mendaku memutar posisi kerja para karyawan. Misalnya yang semula bertugas menjadi tukang parkir, karena sekarang tidak ada pekerjaan, dialihkan jadi tukang kebun.

Alasan tidak merumahkan karyawan, dia bilang karena terdapat ratusan monyet yang harus dipelihara. “Awalnya kami sejak tutup bulan Maret lalu memberlakukan 15 hari kerja. Namun, untuk lebih efisien, mulai bulan April kami berlakukan tujuh hari kerja,” jelasnya.

Baca juga :  Denpasar Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Kendati penghasilan tidak penuh seperti saat normal dulu, pengelola berusaha untuk masih bisa memberi penghasilan kepada karyawan. Kalau dirumahkan, ulasnya, karyawan tidak memiliki penghasilan sama sekali. “Kami pekerjaan mereka, walaupun penghasilannya tidak penuh seperti dulu, tapi setidaknya memiliki penghasilan,” simpulnya. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.