Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 22 Agustus

  • Whatsapp
Foto: GUNUNG RINJANI JALUR pendakian ke Gunung Rinjani melalui pintu Sembalun di Kabupaten, Lombok Timur. Foto: rul
Foto: GUNUNG RINJANI JALUR pendakian ke Gunung Rinjani melalui pintu Sembalun di Kabupaten, Lombok Timur. Foto: rul

MATARAM – Jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Provinsi NTB, bakal dibuka lagi mulai 22 Agustus mendatang. Direncanakan, pembukaan jalur pendakian gunung api tertinggi ketiga di Indonesia itu akan dilakukan melalui reaktivasi secara seremoni di pintu masuk pendakian jalur Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Selain itu, pembukaan wisata pendakian itu akan menerapkan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru (AKB). ‘’Harapan kita agar upacara pembukaan itu bisa dihadiri Pak Gubernur. Sejauh ini kita masih sedang berkoordinasi,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Muhamad Faozal, Selasa (18/8).

Menurut Faozal, pembukaan pendakian gunung setinggi 3.762 meter di atas permukaan laut itu, sejatinya melalui proses evaluasi yang panjang selama masa pandemi. Selain itu, wisata pendakian Gunung Rinjani juga sudah mengantongi sertifikat Clean, Health, Safety and Enviroment (CHSE) dari Pemprov NTB.

Baca juga :  Jaga Ekosistem Lingkungan, Dinas Perikanan Denpasar Tebar 20.000 Benih Ikan Nila

‘’Pastinya, sebelum ditetapkannya reaktivasi pendakian ini, kami bersama TNGR telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti BTNGR. Langkah ini diambil terkait kesiapan rekativasi itu sendiri,’’ kata dia.

Faozal mengungkapkan, dengan dibukanya jalur pendakian Rinjani, maka akan bisa menjadi mesin penentu roda pariwisata NTB. Sebab, dibukanya hal itu, dengan sendirinya menggerakkan destinasi pariwisata yang kian untuk hidup kembali.

‘’Untuk tahap awal, pendakian difokuskan dengan menyasar wisatawan domestik. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pula menyasar wisatawan mancanegara,’’ jelasnya.

‘’Karena saat ini sudah ada penerbangan lintas negara antara Malaysia dan Indonesia yang langsung ke Lombok,’’ sambung Faozal.

Sementara itu, Kepala BTNGR, Dedy Asriadi mengatakan, pembukaan pendakian ini sudah berdasarkan arahan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB. ‘’Sesuai arahan Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Surat Nomor S.660/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Pembukaan Aktivitas Pendakian dan Peningkatan Kuota Kunjungan Pola Reaktivasi Tahap 1, maka Wisata Pendakian Gunung Rinjani akan mulai dibuka untuk umum pada Sabtu, 22 Agustus 2020,’’ kata Dedy.

Baca juga :  Beri Efek Jera, 17 Orang Tidak Pakai Masker Dihukum Menyapu Halaman Pasar

Paket pendakian dua hari satu malam Rinjani dengan kuota pendakian 30 persen Menurut Dedy, Gunung Rinjani merupakan booster ekonomi NTB. Dengan dibukanya pendakian tidak saja menggerakkan ekonomi, tapi juga menggeliatkan sektor pariwisata yang lain.

‘’Selain membuka pendakian Rinjani, kita juga membuka delapan wisata nonpendakian yang telah dibuka sebelumnya,’’ kata Dedy.

Bersamaan dengan delapan wisata nonpendakian itu, ada lima tambahan destinasi non pendakian yang juga dibuka. Kelimanya yakni, Tereng Wilis, Tongkok Adeng, Bukit Gedong, Bukit Malang serta Beleng-beleng. Kelima destinasi non pendakian yang baru ini berada di Lombok Timur.

Khusus, delapan destinasi wisata non pendakian yang lama, kuota kunjungan dari 30 persen ditingkatkan menjadi 50 persen. Sementara untuk lima destinasi baru, kuotanya masih 30 persen. ‘’Jadi ada 13 destinasi nonpendakian yang kita buka sekarang,’’ ucapnya.

Baca juga :  Jenazah Pasien Positif Corona Dimakamkan Tengah Malam

Khusus soal pendakian Gunung Rinjani, Dedi memastikan hanya empat jalur yang boleh dilalui. Keempat jalur itu yakni, Smbalun, Senaru, Timbang dan Aim Berik. Sementara untuk jalur Torean dipastikan sejauh ini belum bisa dilalui. Jalur pendakian yang satu ini masih ditutup.

Ditutupnya jalur Torean, lanjutnya, mengingat beberapa waktu lalu telah menelan korban jiwa. Jalur ini dinyatakan belum aman dillaui sebagaimana empat jalur lainnya. ‘’Kerusakan jalur pendakian ini sebenarnya terjadi di semua jalur. Kerusakan disebabkan oleh gempa 2018. Sekarang semuanya sudah diperbaiki, tinggal Torean,’’ tandasnya. 031

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.