Penataan Pasar Hewan Kayuambua Dianggarkan Rp550 Juta

  • Whatsapp
KEPALA Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma. foto: ist

BANGLI – Rencana pembangunan sarana dan prasarana Pasar Hewan Kayuambua dalam kegiatan di APBD Perubahan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli tampaknya segera terwujud. Dalam perubahan APBD tahun 2021, Dinas PKP mendapat tambahan anggaran Rp550 juta APBD Bangli yang sebelumnya dianggarkan Rp500 juta.

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, Senin (6/9/2021) membenarkan dalam APBD Perubahan tahun 2021 instansinya disetujui mendapat suntikan anggaran senilai Rp550 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan sejumlah sarana-prasarana di Pasar Kayuambua di Desa Tiga, Kecamatan Susut yang selama ini rusak.

Bacaan Lainnya

Dia merinci, yang akan ditata yakni pembuatan jalan lingkar, dermaga bongkar-muat kendaraan besar, tempat parkir, toilet umum dan papan nama. “Rencananya anggaran ini juga kami pakai untuk membuat masterplan (rencana induk),” jelasnya.

Lebih jauh diuraikan, sejumlah fasilitas di Pasar Hewan Kayuambua banyak rusak akibat dimakan usia. Hampir 17 tahun Pasar Kayuambua berjalan, belum tersentuh anggaran untuk melakukan perbaikan.

Di samping itu, ulasnya, untuk pengembangan sarana-prasarana pasar, Dinas PKP juga merencanakan membangun los, instalasi pengolahan sampah, penginapan dan posko kesehatan. “Mengingat pasar hewan ini sangat potensial sebagai penghasil PAD, sarana-prasarana akan terus kami benahi agar (pedagang dan pengunjung) lebih nyaman,” ucapnya.

Baca juga :  Melinggih FC Rebut Piala PAC PDIP Payangan

Mengenai proses tender, dia menyebut akan melihat dulu apakah perbaikan itu menjadi satu paket atau terpisah-pisah Jika pengerjaannya menjadi satu paket dengan harga lebih dari Rp200 juta, tentu akan dilakukan tender. Namun, bila terpecah-pecah dan harganya di bawah Rp200 juta, instansinya akan menggunakan sistem penunjukan langsung sesuai regulasi yang ada.

Sejak empat terakhir, dia berujar retribusi Pasar Hewan Pasar Kayuambua menunjukan tren meningkat. Untuk tahun 2017 misalnya, retribusi terealisasi Rp184,31 juta; tahun 2018 senilai Rp 200,949 juta; tahun 2019 sebesar Rp215,564 juta; dan tahun 2020 senilai Rp213,551 juta.

Dijelaskan Pasar Hewan Kayuambua, selama ini dimanfaatkan peternak dari Kabupaten Gianyar, Karangasem dan Bangli untuk memasarkan ternaknya. “Populasi sapi di tiga kabupaten ini lumayan besar, sehingga ke depan pasar hewan ini akan bisa lebih berkembang,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.