Bank BPD Bali Ambil Alih Kredit PT Air Minum Giri Menang

  • Whatsapp
DIREKTUR Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara, saat pertemuan bank peserta sindikasi dengan PT Air Minum Giri Menang (Perseroda). foto: ist

DENPASAR – Bank BPD Bali memperlebar sayap bisnis hingga ke wilayah Lombok, NTB. Bank BPD Bali memberikan fasilitas kredit kepada PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) sebesar Rp45 miliar dengan jangka waktu kredit 108 bulan. Pembiayaan kredit tersebut, awalnya dilakukan secara sindikasi tiga bank, yaitu Bank BPD Bali, Bank NTB, dan Bank Kalsel. Masing-masing bank memberikan dana kredit sebanyak Rp15 miliar.

Namun dalam perjalanan waktu, Bank NTB sebagai salah satu bank sindikasi saat ini, telah berkonversi menjadi Bank Syariah, dimana dalam Perpres No. 46 Tahun 2019 tidak diatur mengenai pembiayaan oleh Bank Syariah. Atas hal tersebut telah dilakukan pertemuan antara bank peserta sindikasi dengan PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) pada 4 September 2019 bertempat di Kantor Pusat Bank BPD Bali.

Bacaan Lainnya

Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara, mengakui dengan adanya perubahan Bank NTB menjadi Bank Syariah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan atas konversi Bank NTB Syariah terkait dengan dampak terhadap penjaminan Kementerian Keuangan pada pembiayaan sindikasi PT Air Minum Giri Menang (Perseroda). Serta mencarikan solusi, jika Bank NTB Syariah tetap mempertahankan share pembiayaan pada sindikasi PT Air Minum Giri Menang (Perseroda).

Baca juga :  Sanjaya Ajak Krama Pasekan Belodan Bersatu

‘’Jika Kementerian Keuangan menyatakan bahwa tidak dapat mengakomodir penjaminan dan subsidi bunga atas pembiayaan sindikasi PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) setelah konversi Bank NTB Syariah maka Bank BPD Bali dan Bank Kalsel sepakat untuk mengambil alih porsi pembiayaan Bank NTB Syariah dengan seluruh biaya yang timbul akan menjadi tanggungan Bank BPD Bali dan Bank Kalsel sesuai porsi pengambilalihan,’’ kata Lestara, Senin (6/9/2021).

Lestara mengatakan, sebagai tindak lanjut atas keputusan dari Bank NTB Syariah tersebut, Bank BPD Bali menyampaikan rencana pengambilalihan porsi/share pembiayaan Bank NTB Syariah kepada Bank Kalsel melalui surat No. B-0328/KRD/KPI/2020, tanggal 23 Januari 2020.

Kemudian Bank Kalsel memberikan keputusannya melalui surat No. 1291/RM- KRD/KP/2020, tanggal 11 Pebruari 2020, perihal Tanggapan Pengambilalihan Porsi Bank NTB Syariah dan Bank Kalsel pada Kredit Sindikasi PT Air Minum Giri Menang (Perseroda).

Adapun keputusan Bank Kalsel selaku bank pada prinsipnya setuju untuk dilakukan pengambilalihan porsi/share pembiayaan Bank NTB Syariah tersebut, cukup dilakukan oleh satu bank saja, yaitu Bank BPD Bali. ‘’Maka porsi/share keikutsertaan Bank Kalsel dengan baki debet periode 31 Agustus 2021 sebesar Rp4.758.828.167, juga akan diserahkan kepada Bank BPD Bali,’’ ungkapnya.

Lestara menambahkan, dengan adanya turut serta Bank Kalsel memberikan peralihan ke Bank BPD Bali, akhirnya kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan addendum perjanjian kredit di Hotel Santrian Sanur pada (3/9/2021) yang dilakukan oleh seluruh sindikasi terkait.

Baca juga :  Update Covid-19 Bali: Pasien Sembuh Tembus 92,24%, Masih Dirawat Tersisa 4,50%

Dengan sudah berjalannya penandatanganan adendum, sudah dipastikan Bank BPD Bali menjadi bank tunggal memberikan kredit kepada PT Air Minum Giri Menang (Perseroda), artinya sindikasi pembiayaan kredit sudah tidak ada lagi.

‘’Dengan kita menjadi bank tunggal untuk pembiayaan PT Air Minum Giri Menang, merupakan inovasi kita di tengah pandemi dalam memperlebar jaringan bisnis antarpulau,’’ pungkasnya. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.