POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Tunggal putra Indonesia Jonatan ”Jojo” Christie membuka perjuangannya sekaligus melewati babak 64 besar pada Kejuaraan Dunia BWF 2026, dengan kemenangan atas wakil Jerman Matthias Kicklitz, di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Selasa (18/8/2026).
Jojo yang menjadi unggulan ketiga menang dua gim langsung 21-15, 21-14 atas Kicklitz. “Overall sesuai dengan tujuan, pengen cari ritmenya, pengen lebih banyak tahu untuk kondisi stadion itu seperti apa,” kata Jojo seusai pertandingan.
Jojo mengatakan pertandingan pertama pada sebuah turnamen memang membutuhkan proses adaptasi terhadap berbagai kondisi yang ada di lapangan. “Puji Tuhan, bersyukur bisa lolos atau bermain baik hari ini. Tadi saya rasa saya bermain cukup oke,” ujarnya.
Ia juga menilai persaingan sektor tunggal putra pada Kejuaraan Dunia BWF 2026 semakin merata karena para pemain muda kini mampu bersaing di level teratas. “Saya rasa bukan di turnamen ini saja, sekarang tunggal putra sudah semakin merata dalam arti pemain muda sekarang juga bagus-bagus,” ungkap Jojo, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Menurutnya, perkembangan para pemain muda membuat hasil pertandingan tidak mudah diprediksi hanya berdasarkan peringkat maupun posisi unggulan. Ia menilai banyak pemain muda kini memang sudah memiliki kualitas untuk berada di level elite. “Banyak yang bukan buat kejutan lagi tapi memang sudah layak mereka untuk berada di top level,” ujar Jojo.
Pandangan tersebut juga membuat Jojo menaruh perhatian lebih besar pada persiapan dan eksekusi ketika pertandingan berlangsung. Menurut dia, kondisi nyata di lapangan bisa berbeda dengan prediksi sebelum pertandingan. “Tidak terlalu kaget. Sekarang untuk saya bagaimana persiapan di hari H-nya itu, eksekusi di dalam lapangan, kondisi perubahannya, adjust-nya, mainnya tuh di situ sih,” imbuhnya.
Jojo sendiri harus melakukan sejumlah penyesuaian ketika menghadapi Kicklitz. Pada dua gim pertandingan, ia sempat tertinggal cukup jauh sebelum membalikkan keadaan dan menang dua gim langsung. “Karena kalau kita bicara di atas kertas, ya cuma di atas kertas saja. Tapi di dalam lapangan 50-50 semuanya,” ungkapnya.
Ia juga menilai kondisi penyelenggaraan Kejuaraan Dunia di India kali ini berbeda dibandingkan saat dirinya tampil pada India Open. Menurut Jonatan, kondisi pandangan di arena kali ini lebih jelas. “Di Kejuaraan Dunia ini lebih clear dalam pandangannya karena waktu India Open kan agak sedikit berkabut entah karena dingin atau hal lain,” tambahnya.
Jojo pun mengapresiasi persiapan India sebagai tuan rumah kejuaraan dunia, baik dari kondisi di dalam maupun di luar lapangan. “Lalu bukan hanya di dalam lapangan tapi di luar lapangan pun terasa sangat berbeda, saya rasa India sangat improve, mereka sangat mempersiapkan ini dengan baik,” pungkasnya. yes






















