Pelatihan Tata Kelola Homestay untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

  • Whatsapp
BUPATI Bangli, I Made Gianyar, menghadiri pembukaan pelatihan tata kelola homestay di Kintamani, Senin (9/11/2020). Foto: gia
BUPATI Bangli, I Made Gianyar, menghadiri pembukaan pelatihan tata kelola homestay di Kintamani, Senin (9/11/2020). Foto: gia

BANGLI – Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, Bupati Bangli, I Made Gianyar, menghadiri pembukaan pelatihan tata kelola homestay di Kintamani, Senin (9/11/2020). Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli, I Wayan Adnyana, dan Kepala Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark Kintamani, serta undangan lain.

Wayan Adnyana dalam laporannya menyampaikan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM pariwisata, terutama dalam bidang pengelolaan homestay.Dengan begitu mereka mampu memberi pelayanan baik dan maksimal kepada wisatawan di wilayah masing-masing.

Bacaan Lainnya

Pelatihan kali ini diikuti 40 orang dari pengelola homestay, dan perwakilan kelompok sadar wisata seluruh Bangli. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelatihan oleh Pemkab Bangli, dan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Sebelumnya dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain pelatihan pemandu wisata geowisata, dan pelatihan tata kelola destinasi. “Sebagai narasumber dari DPD Asita Bali, IPBI Bali, Institut Pariwisata IHDN Denpasar dan Bisnis Internasional,” ucapnya.

Bupati Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan, dalam pengelolaan homestay, SDM pengelola menjadi sangat penting. Sebab, mereka akan bersentuhan langsung dengan wisatawan yang menginap, yang kebanyakan memiliki budaya yang berbeda dengan budaya lokal. Pengelola homestay diharap memiliki kemampuan tata kelola yang baik, dan hanya dapat diperoleh dari pengalaman serta pelatihan seperti ini.

Baca juga :  Sebulan Pertamina Turunkan Harga Pertalite Setara Premium

Dia menambahkan, homestay saat ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menggalakkan pariwisata berbasis masyarakat. Menurut Undang-Undang 10/2009 tentang kepariwisataan, di pasal 14 terdapat 14 jenis usaha jasa di bidang pariwisata. Salah satu usaha jasa pariwisata yakni layanan akomodasi atau tempat menginap, termasuk di dalamnya adalah homestay

“Dalam meningkatkan daya saing pariwisata kita, hanya bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas potensi kita. Baik dari segi SDM maupun pengelolaan serta kelestariannya,” tandas Gianyar. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.