Pasarkan Produk Kerajinan, DPRD Gianyar Dorong Disperindag Buat “Mall Art Online”

  • Whatsapp
ANGGOTA DPRD Gianyar, I Wayan Wiartha. foto: adi

GIANYAR – PPKM Darurat dan penutupan sektor nonesensial sangat berdampak terhadap penurunan pendapatan masyarakat Gianyar, karena masyarakat Gianyar sebagian besar berusaha di sektor tersebut. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar pun diharap mampu memberi solusi atas persoalan ini.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Gianyar, I Wayan Wiartha, Kamis (15/7/2021). Menurutnya, perlu ada solusi untuk pemasaran produk kerajinan di Gianyar, dan dalam hal ini peran Disperindag sangat diperlukan. Salah satu solusinya, kata politisi PDIP asal Singapadu, Sukawati itu, Disperindag membuat Mall Art Online (mal barang kerajinan daring).

Bacaan Lainnya

Hasil kerajinan perajin Gianyar ditampung dan dipasarkan secara online atau daring. “Akan mubazir juga Ganyar dinobatkan sebagai kota galeri terpanjang di dunia kalau hasil kerajinannya tidak laku,” sindir pria yang akrab disapa Bolik itu.

Dia menuturkan, sebelum menjadi anggota DPRD, dia merupakan perajin perak dan selalu ada tengah masyarakat perajin. Semua keluhannya sama, yaitu pemasaran. Karena itu perajin malas untuk berkreasi membuat kerajinan. Bila pemasaran dibantu pemerintah, dalam hal ini Disperindag, dia optimis perajin itu akan terus berkreasi.

“Dengan adanya Mall Art Online, para perajin cukup menyetor foto hasil kerajinan mereka ke Disperindag. Nanti Disperindag membantu memasarkannya secara online. Kalau ada barang yang laku, tyang (saya) kira perajin tidak akan keberatan dikenakan biaya administrasi 5-10 persen,” paparnya.

Baca juga :  Ranting PDIP Desa Gulingan Siap Ciptakan Pilkada Damai

Dia berharap program ini bukan saja untuk program jangka pendek selama pandemi Covid-19, tapi bisa berlanjut untuk pemasaran hasil kerajinan Gianyar kelak. Kalau ini bisa terwujud, kata Bolik, akan membawa dampak positif terhadap pemasaran perajin.

“Kalau pemasaran offline seperti pasar seni tyang kira sudah cukup. Tapi di era digital ini pemerintah harus mampu mengikuti perkembangan digital berupa pemasaran online, mungkin namanya Gianyar Mall Art atau yang mengidentitaskan kerajinan seni Gianyar,” sarannya.

Di samping itu, sambungnya, selain bisa membantu memasarkan hasil kerajinan, juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi anak-anak yang menguasai IT. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.