POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Ratusan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dari empat kecamatan di Kota Denpasar turut meramaikan Kasanga Festival IV Tahun 2026 melalui Parade Ogoh-ogoh Anak TK yang digelar di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Minggu (8/3/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan inisiatif IGTKI PGRI Kota Denpasar bersama Dinas Kebudayaan Kota Denpasar sebagai upaya menjaga keberlanjutan budaya Bali serta menanamkan nilai-nilai budaya sejak usia dini melalui pendekatan edukatif.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mengarak ogoh-ogoh, tetapi juga menampilkan berbagai atraksi kesenian dan fragmentasi tarian dengan tingkah polos yang mengundang antusiasme penonton.
Acara ini turut dihadiri Bunda PAUD Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar yang juga Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar Swandewi Eddy Mulya.
Bunda PAUD Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan apresiasi kepada IGTKI PGRI Kota Denpasar atas inisiatif melibatkan anak-anak TK dalam kegiatan budaya tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para siswa, guru, dan orang tua yang telah menunjukkan kreativitas serta semangat dalam perhelatan kesenian kebanggaan Kota Denpasar itu. Menurutnya, pengenalan tradisi dan budaya Bali sejak dini merupakan langkah penting dalam melestarikan warisan seni dan budaya kepada generasi penerus.
“Terima kasih kepada anak-anak serta para bapak dan ibu guru, juga orang tua yang sudah ikut berpartisipasi dalam Kasanga Festival ini. Ini adalah bentuk nyata komitmen kita untuk selalu eling terhadap warisan tradisi leluhur,” ujarnya.
Sagung Antari menambahkan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi budaya yang menyenangkan, kreatif, dan sarat nilai tradisi Bali. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar tentang seni, tetapi juga memahami makna filosofis ogoh-ogoh, mengembangkan kreativitas, serta melatih keberanian untuk mengekspresikan diri melalui seni budaya.
Sementara itu, Ketua IGTKI PGRI Kota Denpasar, Ni Nyoman Puspitawati, menjelaskan parade ogoh-ogoh kali ini menampilkan delapan ogoh-ogoh dari anak TK serta dua ogoh-ogoh yang dibawakan siswa disabilitas sebagai perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Denpasar.
Ogoh-ogoh tersebut dibagi ke dalam dua tim besar yang masing-masing terdiri atas sekitar 60 peserta, dengan waktu penampilan selama 10 menit untuk setiap tim. “Setiap gugus perwakilan menampilkan ogoh-ogoh sekaligus atraksi kesenian. Persiapan latihan sudah dilakukan sekitar satu bulan,” jelasnya. rap
























