GIANYAR – Indonesia dengan keberagaman suku, bahasa, agama, adat istiadat menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Implementasi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sangat nyata, dan itulah yang menjadi perekat bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan anggota DPR RI yang juga anggota MPR RI, I Nyoman Parta, saat melaksanakan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan RI di SMAN 1 Ubud, Rabu (10/3/2021)
Kata dia, Indonesia harus bangga, karena para pendiri bangsa mampu merumuskan 4 Pilar Kebangsaan yang tidak dimiliki bangsa lain di dunia, dengan Pancasi sebagai falsafah dan ideologi negara UUD 45. Tuntunan berkontitusi dalam penyelenggaraan negara NKRI, sebutnya, adalah penegasan bahwa Indonesia adalah negara bangsa dari Sabang sampai Merauke. Bhineka Tunggal Ika adalah kesadaran akan jati diri bangsa Indonesia yang beragam
Pancasila dengan 5 sila memuat begitu komprehensif dari urusan religi, kemanusian, cinta tanah air, demokrasi dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini adalah bintang penuntun, jelasnya, dan tugas kita adalah mewujudkan dan dibumikan dalam penyelenggaraan negara. Pun pengelolaan sumber kekayaan negara dengan baik serta menerapkan dalam kehidupan sosial.
“Kenapa diadakan di SMA, karena generasi milenial harus lebih awal diberikan tentang 4 Pilar Kebangsaan. Agar generasi muda kita bukan saja tahu, tapi juga memunculkan spirit bela Tanah Air, cinta sesama, dan menghargai perbedaan,” urainya.
Sosialisasi juga untuk memberi kebanggaan dan keyakinan kepada generasi milenial, Indonesia adalah negara besar dengan 34 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.094 kecamatan, 84.337 desa/kelurahan, 1.340 suku bangsa, 718 bahasa daerah, dan 6 agam. Ini bukti keragaman luar biasa. “Jika ingin Indonesia kuat dan maju, maka solidaritas sosial wajib diperkuat, dan toleransi mutlak diperlukan,” seru politisi asal Desa Guwang, Sukawati itu.
Meski di tengah pandemi, Parta menyarankan siswa aktif membuat konten edukatif tentang kuliner, seni, aksi cinta lingkungan dan kegemaran lain yang bisa diunggah di media sosial. Walaupun kegiatan ini dilaksanakan dengan kehadiran fisik dan virtual, Partai menilai tetap menarik. “Terbukti peserta sangat aktif dan antusias, jadi tidak benar generasi milenial cuek dengan 4 Pilar,” tambahnya.
Kepala SMAN 1 Ubud, I Wayan Gabra, menyambut hangat dan mengapresiasi acara ini sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter. Sementara salah satu siswa, Gusti Ayu Putri Anjani, berujar sangat senang bisa mendapat kesempatan hadir secara virtual dalam acara ini. “Apalagi yang aktif menjawab dan bertanya dapat hadiah kuota internet, sangat bermanfaat bagi kami untuk belajar daring,” ungkapnya. adi























