Nyaris Roboh Hanya Ditopang Pakai Bambu, Perbaikan Pagar Tembok SMPN 10 Denpasar Dianggarkan pada APBD Perubahan

PAGAR tembok SMPN 10 Denpasar pada sisi barat sekolah nyaris roboh. Pagar tembok yang sudah dalam kondisi goyang itu kini hanya ditopang menggunakan bambu. Foto: ist
PAGAR tembok SMPN 10 Denpasar pada sisi barat sekolah nyaris roboh. Pagar tembok yang sudah dalam kondisi goyang itu kini hanya ditopang menggunakan bambu. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Putu Gede Astara, angkat suara terkait pagar tembok SMPN 10 Denpasar yang roboh dan nyaris roboh dan hanya diganjal bambu. Agung Astara mengungkapkan Tim Perencana Pembangunan Disdikpora Kota Denpasar sudah melakukan pengecekan terhadap kondisi pagar tembok SMPN 10 Denpasar yang berada di Jalan Gatot Subroto itu.

‘’Sudah dilakukan pengecekan oleh Tim Perencana Pembangunan Disdikpora Kota Denpasar, dan akan dianggarkan di dana perubahan kalau waktu pengerjaanya mencukupi, nanti akan dihitung kembali,’’ kata Agung Astara, Rabu (5/2/2025).

Bacaan Lainnya

Dia mengapresiasi upaya sekolah mengantisipasi pagar tembok agar tidak ambruk sebelum diperbaiki. Mengingat, pagar tembok sekolah sudah miring dan nyaris ambruk.

Diberitakan sebelumnya, pagar tembok SMPN 10 Denpasar pada sisi barat sekolah nyaris roboh. Pagar yang sudah dalam kondisi goyang itu kini hanya ditopang menggunakan bambu. Kepala SMPN 10 Denpasar, I Wayan Sumiara, Selasa (4/2/2025) mengatakan, pagar tembok setinggi 2 meter itu dalam kondisi miring ke arah dalam sekolah. Belasan batang bambu digunakan sebagai penyanggah. ‘’Pagar tembok sisi barat yang nyaris roboh itu ada sepanjang 15 meter,’’ kata Sumiara.

Menurut Sumiara, untuk sementara pihak sekolah menyanggah tembok menggunakan bambu agar tidak sampai menimpa bangunan kelas. ‘’Kami khawatir kalau tiba-tiba pagar tembok itu roboh dan menimpa kelas. Makanya, sementara kami antisipasi dengan menyanggah menggunakan bambu,’’ kata Sumiara.

Sementara itu, kondisi pagar tembok sisi selatan sekolah malahan lebih parah. Pagar tembok sisi selatan sepanjang 12 meter, malahan sudah roboh. Robohnya tembok sisi selatan sekolah terjadi saat libur semester lalu. Petugas dari Pemerintah Desa Dauh Puri saat itu juga turut turun membersihkan puing-puing pagar tembok yang roboh.

Untuk sementara waktu, untuk keamanan warga sekolah dan menghindari siswa bolos, areal pagar tembok yang roboh itu dipasang triplek. ‘’Biar tak siswa bolos kita tutup sementara pakai triplek,’’ sebut Sumiara.

Dia juga telah mengimbau kepada guru-guru atau penjaga di sekolah untuk memperhatikan siswa agar tidak mendekat atau beraktivitas di sekitar tembok tersebut. ‘’Saya sudah lapor ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, dan tim dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar sudah turun mengecek kondisi pagar tembok yang roboh dan nyaris roboh itu. Sudah diukur juga,’’ ujarnya.

Dia berharap pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar segera melakukan perbaikan sebelum ada korban jiwa. Apalagi SMPN 10 Denpasar adalah salah satu sekolah penggerak yang ramah terhadap anak. ‘’Saya berharap segera diperbaiki karena sekolah ini ramah anak. Tentu bangunannya juga harus ramah anak. Jadi saya minta pemerintah segera perhatikan sekolah dan segera diperbaiki,’’ tandas dia. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses