Nasdem Bali Target Tiga Besar di Pemilu 2024, Partai di DPR RI Tak Perlu Verifikasi Faktual

  • Whatsapp
Luh Putu Nopi Seri Jayanti dan I Gede John Darmawan. Foto: hen
Luh Putu Nopi Seri Jayanti dan I Gede John Darmawan. Foto: hen

DENPASAR – Jika sebelumnya termasuk minoritas di ranah politik lokal Bali, Nasdem mengusung target tinggi menatap Pemilu 2024 mendatang. Partai ini mengincar posisi tiga besar di Bali, plus mendudukkan minimal satu kadernya di DPR RI. “Kami ada rencana strategis (renstra) partai untuk mewujudkan itu. Jadi, ya, kami sangat optimis target itu tercapai,” cetus Wakil Sekretaris Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi DPW Nasdem Bali, Luh Putu Nopi Seri Jayanti, Rabu (5/5/2021).

Nopi mengutarakan pernyataan itu menjawab pertanyaan terkait adanya survei Litbang Kompas selama dua tahun terakhir. Dikutip dari harian Kompas edisi Rabu (5/5/2021), Nasdem berada dalam posisi sebagai salah satu partai yang tetap berpeluang lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2024 mendatang. Selain Nasdem, hasil survei menyebut partai yang berpeluang untuk berada di papan menengah untuk lolos ambang batas parlemen yakni PPP, PAN, dan Perindo. Sementara partai papan atas masih tetap dikuasai PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat dan PKS.

Bacaan Lainnya

Menurut Nopi, renstra Nasdem ke depan difokuskan menyasar ke tingkat akar rumput. Namun, dia hanya tersenyum ketika ditanya sedikit bocoran renstra dimaksud. “Masa rahasia partai dibuka sekarang? Nantilah,” kelitnya terkekeh.

Baca juga :  Prioritaskan Masyarakat, Fraksi Golkar DPRD Bali Tolak Rapid Test

Hal lain yang membuatnya percaya diri target terwujud adalah rampungnya struktur dan penguatan internal partai. Sebagai partai yang memakai sistem penunjukan struktur oleh DPP, dia menilai rekrutmen pengurus lebih aman daripada melalui musyawarah daerah (musda) atau sejenisnya. Sebab, galibnya usai kontestasi di musda ada saja keretakan internal yang mengusik perjalanan partai.

Bahwa sebelumnya Nasdem Bali terjadi konflik internal sebelum kemudian diambil-alih DPP, Nopi tidak memungkiri dinamika itu melahirkan friksi kecil. Hanya, baginya ada orang datang dan pergi dalam partai itu hal lumrah, dan terjadi di partai mana saja. Kata dia, yang terpenting adalah struktur solid dan yang pergi hanya segelintir saja.

Disinggung semua partai memiliki renstra sendiri, dan itu berarti polanya akan mirip dengan Nasdem, dia tidak memungkiri. “Pembedanya itu adalah memilah dan memilih isu serta kegiatan yang menyasar ke akar rumput. Tiap daerah ada karakteristik sendiri, dan kami membawa energi itu untuk pemenangan partai. Kami siap mewujudkan target partai dalam pemilu dengan sistem apapun, apalagi nanti kan tidak ada verifikasi faktual lagi, langsung bertanding,” lugas politisi berwajah ayu itu.

Di kesempatan terpisah, komisioner KPU Bali, I Gede John Darmawan, membenarkan tidak ada lagi verifikasi faktual untuk sembilan partai yang kini memiliki wakil di DPR RI. Hal itu sesuai putusan MK yang dibacakan, Selasa (4/5/2021). Dia berkata KPU hanya memverifikasi administrasi saja, dan sembilan partai itu tetap mendaftar sebagai peserta pemilu.

Baca juga :  24 Jam Bangli Era Baru Dievaluasi

Tidakkah itu berarti KPU menganakemaskan partai lama dibanding partai baru, John menolak berkomentar. Begitu pula terkait ada kemungkinan sembilan partai itu tidak “utuh” lagi jika dilakukan verifikasi faktual. “Kami tidak dalam posisi menafsirkan putusan hakim MK, kami justru wajib menjalankan putusan MK karena hampir setara dengan undang-undang. Pertanyaan itu sebaiknya ditanyakan ke akademisi atau pengamat politik saja, jangan ke kami,” ucapnya terkekeh. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.