POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Sebanyak 10 atlet dan ofisial Softball Putri Badung memperkuat tim Bali menghadapi babak kualifikasi (BK) atau Pra-PON di Banten Jawa Barat, mulai Senin (10/7/2023) besok.
Mereka adalah enam atlet yakni; Ida Ayu Putri Adrianti, Ni Puti Radha Anandhita Putri, Ni Gusti Ayu Puspitadewi, Ni Komang Nik Suartini, Kadek LianaTejawati, Ni Putu Dica Cindy Lestari. Keenam atlet itu didampingi Manajer I Made Sokantara dan dua pelatih putri I Gusti Ayu Pebrianti dan Ni Putu Ayu Sugiantari.
Sebelum terbang ke Banten, para atlet dan ofisial Badung diterima sekaligus dilepas Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana, Jumat (7/7/2023), Saat pamitan di KONI Badung, para atlet juga didampingi Ketua Umum Pengkab Perbasasi (Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indinesia), Ketut Widia Astika yang juga Wakil Ketua KONI Badung.
Widia Astika mengatakan, 6 atlet Badung akan bergabung dengan atlet Softball Denpasar, Tabanan, Klungkung dan Buleleng. ”Pengprov Perbasasi Bali merekrut paling banyak atlet dari Badung (6 orang), kata Widia Astika bangga.
Ketua Umum KONI Badung Nariana berharap Softball Bali yang diperkuat mayoritas Badung sukses sehingga bisa lolos pada PON XXI tahun 2024 di Sumatra Utara dan Aceh.
Ia juga mengharappkan, para atler Badung yang dipercaya ikut memperkuat Bali harus memberikan prestasi terbaik dalam babak kualifikasi ini. Oleh karena itu diperlukan disiplin tinggi, fisisk yang prima dan mental yang kuat. Kondisi itu harus terjaga dengan baik sebelum turun ke lapangan.
Pelatih Ni Putu Ayu Suigantari menambahkan, dalam PON XXI nanti, akan dipilih delapan tim termasuk tuan rumah Sumatra Utara (Sumut) dan Aceh. Sebagai tuan rumah, Sumut dan Aceh otomatis lolos, sehingga kuota yang disediakan BK sebanyak 6 tim. ”Otomatis target kami bisa masuk 6 besar untuk bisa ikut PON,” sebutnya.
Sugiantari menilai sejumlah tim kuat seperti Papua, Papua Barat dan Sulawesi Tenggara. Namun, Namun pengalaman dalam Kejurnas, Bali dapat menundukkan lawan-lawannya. ”Pastinya dalam pra-PON kali ini, para atlet juga bisa berbuat maksimal, sehingga Softball putri Bali berjaya ke PON,” pungkasnya. (*)
























