Menpan RB di Kabupaten Tabanan, ASN Dituntut Terapkan Birokrasi yang Cepat, Cerdas, dan Tuntas

MENPAN RB, Abdullah Azwar Anas, hadir ke Kabupaten Tabanan dalam rangka mengajar ASN di Lingkungan Pemkab Tabanan, di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Jumat (7/7/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Abdullah Azwar Anas, hadir ke Kabupaten Tabanan dalam rangka mengajar ASN di Lingkungan Pemkab Tabanan, di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Jumat (7/7/2023).

Didampingi Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, materi yang diajarkan itu menuntut ASN sebagai SDM yang harus mampu menerapkan birokrasi yang cepat, cerdas, dan tuntas, serta berfokus terhadap dampak kinerja.
Acara tersebut juga berlangsung secara hybrid dan ditayangkan melalui siaran virtual zoom.

Read More

Pemaparan materi dan diskusi dipimpin oleh Abdullah Azwar Anas, dan juga dihadiri Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RI beserta jajaran. Selain itu, juga Wabup Tabanan dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

Dengan tagline “Bergerak untuk Reformasi Birokrasi Terdampak”, Anas memaparkan terkait pentingnya reformasi birokrasi yang jadi engines of development, yang penting untuk diperbaiki. Hal itu sesuai dengan penjabaran dari arahan Presiden RI Joko Widodo, yang menginginkan birokrasi berdampak, birokrasi bukan tumpukan kertas, dan birokrasi lincah dan cepat.

Mantan Bupati Banyuwangi dua periode itu juga menyebutkan, fokus reformasi birokrasi ditetapkan dengan aspek hilir, dengan cara penyederhanaan evaluasi reformasi birokrasi yang berfokus terhadap dampak kinerja, bukan administrasi laporan.

Sebab sebelumnya proses evaluasi RB harus menempuh proses yang panjang, dan harus menjawab 259 pertanyaan, mengunggah ribuan dokumen yang perlu disampaikan. Namun, kini hanya ada 26 indikator hasil yang akan dinilai.

“Ukurannya saat ini langsung ke dampak. Inilah yang disebut dengan double track RB yang baru. Yang diukur di antaranya soal kemiskinan, investasi, digitalisasi, belanja produk dalam negeri, pengendalian inflasi, dan sebagainya,” ungkapnya.

Anas pun menegaskan bahwa kehadirannya saat ini untuk mendorong birokrasi di Tabanan bisa bergerak lebih berdampak.

“Kita ini kadang sibuk, tetapi dampak ke rakyat kurang. Mudah-mudahan bersama Bupati Tabanan kita bisa mendorong birokrasi berdampak. Kenapa jadi penting? Karena birokrasi jadi engine perubahan di seluruh dunia, di Inggris, di Estonia, dan beberapa negara. Pertama. yang direformasi adalah di birokrasi, karena akan memberikan pelayanan baik yang bersifat langsung maupun administratif. Mudah-mudahan kehadiran Menpan RB mengajar ASN ke depan akan berdampak,” tandasnya.

Sementara Bupati Sanjaya juga menyampaikan nilai SAKIP Kabupaten Tabanan, sebagai barometer pengukuran kinerja dan integrasi antara sistem perencanaan, penganggaran, dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan. “Dalam tiga tahun terakhir bernilai baik, sedangkan standar kepatuhan pelayanan publik kabupaten masuk dalam 10 besar nasional pada akhir Tahun 2022,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, dalam gerak langkahnya, masih banyak kendala dan tantangan yang harus dijawab, guna mewujudkan performa birokrasi yang berwatak melayani, sesuai dengan nilai-nilai Tabanan Era Baru, yaitu aparatur yang memiliki cara melihat, cara berpikir, dan cara bergerak dengan nilai-nilai kebaruan.

“Semoga di tangan Bapak Menteri, ada solusi-solusi yang positif untuk kemajuan birokrasi kita bersama, dan semoga kehadiran Bapak Menteri di tengah-tengah ASN Pemkab Tabanan mampu jadi inspirasi untuk meningkatkan motivasi kerja para aparatur kita,” paparnya. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.