POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Panasnya rivalitas Nyoman Sugawa Korry dan Gde Sumarjaya Linggih alias Demer saat proses menggalang dukungan para pemilik suara, sangat kontras ketika Musda XI Partai Golkar Bali dilangsungkan di The Meru Sanur, Minggu (13/7/2025). Alih-alih berkompetisi sengit sampai akhir, Sugawa justru menyatakan mundur dari persaingan Ketua DPD Golkar Bali. Demer kemudian dinyatakan sebagai Ketua secara aklamasi, sedangkan Sugawa –agar tidak dipermalukan– akan “ditugaskan” ke DPP Partai Golkar.
Saat memberi sambutan pembuka, Sugawa berujar suatu partai niscaya ada waktunya naik dan turun. Dia bilang berusaha maksimal membesarkan Golkar di Bali selama menjabat Ketua DPD Golkar Bali. Aneka program dibuat, dengan mayoritas menyasar UMKM dan sektor pertanian. Sugawa juga berkisah bagaimana desanya diserang ribuan orang dari partai lain pada tahun 1999. Namun, dia tetap setia dengan Golkar.
Setelah mengisahkan masa lalu, Sugawa lalu menyatakan secara resmi tidak maju sebagai calon Ketua DPD. Alasannya, partai harus solid dan maju tanpa konflik internal. ‘’Tidak ada partai maju tanpa soliditas sebagai tujuan dan sasaran utama yang harus dipertahankan. Kepentingan partai harus di atas kepentingan sendiri,’’ ucapnya disambut aplaus hadirin. Sekjen DPP Partai Golkar, Sarmuji, Demer, dan undangan dari DPP yang duduk di kursi terdepan, terlihat tersenyum sembari tepuk tangan.
‘’Saya mengajak kader mendukung siapa pun yang terpilih. Mohon Pak Demer berdiri. Saya dan Pak Demer seperti suami-istri, tidak mungkin rukun terus, pasti pernah saja terjadi sesuatu,’’ sambungnya.
Seakan tidak ingin Sugawa terkesan dipermalukan, dalam arahannya, Sarmuji memuji kiprah Golkar Bali di era Sugawa. Dia juga memberitahu kader bahwa Ketua Umum Bahlil Lahadalia tidak bisa hadir, karena jadwal kerja sebagai Menteri sangat padat. Karena itu Sarmuji diberi mandat untuk memberi arahan kepada peserta Musda.
Menurutnya, Golkar melakukan transformasi kepemimpinan lewat Musda agar dapat melibatkan semua pihak di internal. Semua berkontribusi memikirkan bagaimana arah perkembangan partai ke depan. Golkar konsisten menempuh jalan yang perlu biaya dan tenaga ini, meski ada partai lain melalukan transformasi kepemimpinan lewat penunjukan atau mandat saja.
‘’Musda harus jadi ajang konsolidasi, bukan perpecahan. Pak Sugawa sudah maksimal memajukan Golkar,’’ pujinya disambut aplaus hadirin.
Karena perjuangan itu, sambungnya, tenaga Sugawa disebut dibutuhkan di kepengurusan DPP Golkar. Sebab, Sugawa dinilai berpengalaman memimpin di daerah. ‘’Bharatayuda ini tidak perlu dilanjutkan, karena Pak Sugawa ada tugas di Jakarta. Ini bentuk kedewasaan Golkar,’’ tegasnya seraya minta Sugawa dan Demer naik ke panggung.
Tepuk tangan membahana ketika Sugawa dan Demer bersalaman lalu naik ke panggung. Sarmuji lalu menggamit tangan keduanya dan mengangkat ke atas, yang membuat aplaus hadirin makin kencang.
Usai pembukaan, Sarmuji kepada media mengakui ada dinamika cukup kencang di Musda Golkar Bali. Namun, semua diselesaikan dengan cara terbaik yakni negosiasi selayaknya di antara saudara sendiri. Tugas Ketua terpilih nanti adalah merumuskan program lima tahun ke depan, diawali evaluasi.
‘’Tugas Pak Sugawa di DPP belum tahu, tunggu arahan Ketum. Kalau PR Ketua baru jelas, harus tambah kursi di DPR RI dan DPRD,’’ tandasnya.
Beberapa pemilik suara yang dimintai tanggapan atas jalannya Musda, mengaku hasilnya tidak jauh dari prediksi awal. ‘’Ya bisa dikatakan layu sebelum berkembang (kompetisi pencalonan Ketuanya),’’ cetus kader itu sambil tertawa. hen























