Masuk Musim Kemarau, PMI-BPBD Karangasem Siap Salurkan Air Bersih, Masyarakat Bisa Hubungi Nomor Telepon dan WhatsApp Ini

SEKRETARIS PMI Karangasem, I Wayan Suara Arsana. Foto: ist
SEKRETARIS PMI Karangasem, I Wayan Suara Arsana. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Memasuki musim kemarau yang rentan berpotensi mengalami kekeringan, Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem menyiapkan pelayanan. Kesiapan serupa juga dilakukan BPBD Karangasem.

Sekretaris PMI Karangasem, I Wayan  Suara Arsana, Senin (21/8/2023) mengaku akan membuka layanan menyambut adanya perubahan iklim ke musim kemarau yang akan datang. Dia berharap ada informasi masyarakat jika ada wilayah yang membutuhkan bantuan air, atau mengalami kekeringan. Bisa dengan mengirimkan surat atau melalui telepon ke nomor (0363) 21789, juga bisa ke Posko PMI Bali melalui nomor WA 081338689688, dan divisi PB PMI Karangasem ke nomor WA 081239173875.

Read More

“Kami selalu siap, kegiatan ini untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih. PMI Karangasem didukung PMI Bali dengan mobil tangka, karena kami belum memiliki mobil tangki  distribusi air bersih kepada masyarakat  yang membutuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, PMI Karangasem sebulan lalu mengumumkan melalui akun Facebook siap bergerak jika ada masyarakat di wilayahnya membutuhkan bantuan air bersih. Sampai kini ada masyarakat dari Seraya bersurat minta bantuan air bersih. Dia berujar Selasa (22/8/2023) hari ini kemungkinan bisa dijalankan.

Kepala BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawan, menambahkan, tiap musim kemarau juga memberi bantuan air bersih. Hanya, sampai kini belum ada permintaan air bersih dari desa melalui perbekel masing-masing. “Jika ada permintaan, kami siap bergerak melayani. Mekanisme permohonan air bersih yakni ada laporan atau permohonan air bersih melalui kepala desa, kemudian air bersih dimanfaatkan untuk bersamaan,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.