TABANAN – Bidang koperasi di Tabanan juga merasakan dampak atas pandemi Covid-19. Dampak yang paling terasa adalah penurunan volume jumlah usaha dan beberapa hal lainnya. Demikian diutarakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan, I Made Yasa, Kamis (1/10/2020).
Menurutnya, meskipun bidang koperasi masih dihadapkan dengan kondisi tersebut, namun secara umum koperasi di Tabanan masih mampu bertahan. ‘’Koperasi di Tabanan masih mampu bertahan, walaupun sedikit mengalami penurunan, baik itu volume usaha, aset, pendapatan, hingga dalam penurunan sisa hasil usaha (SHU),’’ ujar Yasa.
Dia pun mengakui bahwa secara umum memang ada beberapa masalah krusial yang dihadapi koperasi di Tabanan untuk saat ini. Masalah dimaksud adalah sumber daya manusia (SDM) dan kemampuan membayar kredit oleh anggota atau nasabah koperasi, yang dikatakan juga ikut menurun drastis.
Yasa mengatakan, terkait hal itu pemerintah telah melakukan beberapa langkah strategis, dalam upaya membangkitkan kembali bidang usaha koperasi. “Ada bantuan stimulus usaha dari Gubernur Bali sebesar Rp10 juta, khususnya bagi koperasi yang memenuhi syarat, sesuai juknis dari Pemprov Bali kepada 188 koperasi,” ujarnya.
Dalam kondisi seperti saat ini, Yasa mengingatkan agar koperasi di Tabanan tidak mengeluarkan pinjaman baru. Selain itu, juga pinjaman yang diberikan harus benar-benar selektif yang harus dilakukan koperasi.
Dia menambahkan, dari 590 unit koperasi yang tercatat di Tabanan, yang aktif ada 422 unit koperasi. Sementara yang tidak aktif ada 168 unit. gap
























