Mas Sumatri Gugah Nasionalisme Masyarakat Karangasem, Pandemi Jangan Kurangi Esensi Kemerdekaan

  • Whatsapp
Foto: IGA MAS SUMATRI IGA Mas Sumatri. Foto: nad
BUPATI Karangasem, IGA Mas Sumatri. Foto: nad

KARANGASEM – Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri; didampingi Wakil Bupati, I Wayan Artha Dipa, menggugah rasa nasionalisme krama Karangasem dalam rangka menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-75.

Bupati perempuan pertama di Bumi Lahar tersebut meminta segenap warga mengibarkan Sang Saka Merah Putih di depan rumah masing-masing sebagai wujud rasa cinta Tanah Air, selama sebulan penuh.

Bacaan Lainnya

Peringatan HUT ke-75 RI tahun ini bertemakan “Indonesia Maju”. Sehubungan Pandemi Covid-19, penyelenggaraan upacara peringatan HUT ke-75 RI tetap dilaksanakan dengan sederhana dan khidmat secara virtual. ‘’Pada tanggal 17 Agustus 2020 pukul 11.17 – 11.20 Wita selama 3 menit segenap masyarakat wajib mengentikan aktivitasnya sejenak berdiri tegap saat pengibaraan bendera sang merah putih diiringi lagu Indonesai raya secara serentak di berbagai lokasi,’’ ucap Mas Sumatri, Jumat (14/8/2020).

Mengingat HUT RI tahun ini masih dikabungi pandemi global Covid-19, Bupati Mas Sumatri menganjurkan warga agar tidak menggelar beraneka lomba yang memicu kerumunan massa. ‘’Suasana HUT RI ke-75 tahun ini memang paling berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita harus mampu beradaptasi, tanpa mengurangi esensi kemerdekaan,’’ kata Mas Sumatri.

Baca juga :  Huebatt Betul Kau Corona?

Rasa nasionalisme, menurutnya, tidak harus diungkapkan dengan kegiatan seremonial, apalagi selama masa pandemi ini. Yang terpenting, ia mengajak seluruh warga Karangasem memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai profesi masing-masing.

‘’Kalau jadi petani, jadilah petani yang baik. Kalau jadi dokter jadilah dokter yang baik, kalau jadi pegawai negeri, berikan yang terbaik pada masyarakat. Begitu seterusnya. Berikanlah yang terbaik untuk negeri sesuai profesi masing-masing. Itulah cara kita menghargai jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, Mas Sumatri mengingatkan, meskipun RI telah merdeka sejak 75 tahun silam, namun penjajah selalu mengintai di sekitar masyarakat. Hanya saja para penjajah itu tidak berbentuk fisik manusia. Misalnya, kemiskinan, kebodohan, penyalahgunaan narkoba, serta dampak negatif teknologi.

Keempat “penjajah” itulah yang harus ditumpas oleh segenap anak bangsa agar kemerdekaan RI berbanding lurus dengan kualitas generasinya. Selaku bupati yang hampir lima tahun memimpin Karangasem, ia mengaku telah menerapkan berbagai program untuk memerangi penjajahan model baru tersebut.

Misalnya program pemberantasan buta aksara, kemiskinan dan sosialisasi bahaya narkoba secara masif ke pelosok-pelosok desa. Tak lupa, ia berpesan kepada warga Karangasem untuk berpartisipasi menggunakan hak pilih saat Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, karena menggunakan hak pilih dengan baik juga bagian dari rasa nasionalisme. 017

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.