Lompatan 2 dan 3 Didiskualifikasi, Maria Londa Kecewa Gagal Sumbang Medali Lompat Jauh

RAUT muka kekecewaan Maria Natalia Londa usai melakukan lompatan yang dianulir pada nomor lompat jauh putri Asian Games 2022 di Hangzhou Olympics Sports Centre Stadium, Hangzhou, China, Senin (2/10/2023). foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Atlet andalan Indonesia, Maria Natalia Londa asal Bali mengakhiri nomor lompat jauh putri Asian Games 2023 gagal menyumbangkan medali untuk kontingen Merah Putih, menyusul hasil final penuh kontroversi di Hangzhou Olympic Sports Centre, Senin (2/10/2023).

Mencoba memperbaiki upaya pertamanya sejauh 5,98m, tapi lompatan ke-2 Maria didiskualifikasi. Celakanya, lompatan ketiga Maria juga dianggap tidak sah alias diskualifikasi juga, karena kakinya tidak berada di papan tumpuan saat melompat.

Bacaan Lainnya

Lompatan ketiga itu penting karena menentukan apakah Maria masuk ke pertarungan final atau tidak. Maria Londa pun melakukan protes, karena posisi kakinya saat melompat masih di papan tumpu.

“Ada sedikit gangguan di posisi lompatan ketiga. Lompatan saya dianulir fault, padahal posisi kaki masih di papan tumpu, hanya pada saat melayang itu dianulir dianggap lewat, padahal posisi awalan saya menumpu tidak di sana, tidak kena sama sekali. Jadi lumayan mengganggu lompatan berikutnya,” kata Maria usai perlombaan.

“Karena lompatan ketiga itu lompatan penentu saya masuk final atau tidak. Karena kan saya masih punya tiga lompatan, kalau itu memang tidak dianulir oleh mereka, saya dengan tenang masuk, karena peringkat kesembilan itu masih di posisi 6,08m,” ungkap Maria yang dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Setelah protes bahkan sempat berdebat sengit dengan juri, peraih medali emas Asian Games Incheon 2014 itu meneruskan upayanya di tiga kesempatan terakhir dan mampu melakukan lompatan terbaik 6,25m pada percobaan kelima.

Akan tetapi setelah peninjauan kembali, tidak masuk hitungan hingga pada akhirnya, Maria finis di peringkat ke-10 dengan catatan 5,98 m yang dianggap sah oleh dewan juri.

Maria pun tidak bisa menutupi kekecewaan, terutama keputusan juri yang sangat merugikan dirinya. “Asian Games kali ini, kalau boleh saya bilang mengecewakan. Semua sudah terjadi, saya sudah berproses,” sebut pemegang enam medali emas SEA Games dari lompat jauh dan lompat jangkit itu.

“Saya pribadi di sini bukan hanya tentang mengikuti lomba, tapi kami ingin meraih prestasi terbaik. Namun semuanya sudah selesai, terima kasih dukungannya. Mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik dan medali tambahan untuk Indonesia,” pungkas atlet 32 tahun itu.

Di tengah keputusan kontroversial itu, akhirnya medali emas menjadi milik wakil tuan rumah Xiong Shiqi dengan lompatan 6,73m. Ancy Sojan Edappilly merebut perak dengan 6,63m untuk India sedangkan atlet Hing Kong Yue Nga Yan berhak atas medali perunggu dengan lompatan 6,50m. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses