Lomba Susur Mangrove, Edukasi Hidup Bersih Tanpa Sampah Plastik

  • Whatsapp
LOMBA susur mangrove yang dilepas oleh Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Selasa (25/2) di Estuari Dam, Desa Pemogan.
LOMBA susur mangrove yang dilepas oleh Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Selasa (25/2) di Estuari Dam, Desa Pemogan.

DENPASAR – Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar mengadakan lomba susur mangrove dengan menggunakan kano sekaligus mengumpulkan sampah plastik, Selasa (25/2/2020), di Estuari Dam, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan. Kegiatan yang diadakan serangkaian memeriahkan HUT ke-232 Kota Denpasar ini diikuti para pelajar SMA/SMK, mahasiswa, dan komunitas lingkungan.

Pada kesempatan ini, Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kerang ikut serta menyerahkan bibit kerang abalon kepada Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar. Bibit udang tersebut kemudian dilepas di laut ketika perlombaan berlangsung.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, AA Gede Bayu Brahmasta, mengatakan, demi menjaga kelestarian sumber kelautan dan perikanan, maka peran masyarakat sangat penting. Dengan menyusuri mangrove dan memungut sampah diharapan menumbuhkan kecintaan pelajar dan masyarakat tentang pentingnya mangrove dan membudayakan hidup bersih tanpa sampah.

‘’Dengan menjaga hutan mangrove berarti kita juga menjaga kelestarian habitat pantai. Selain itu, hutan mangrove juga dapat menjadi tempat rekreasi sehingga nantinya dapat berkontribusi dan menumbuhkan ekonomi kreatif dalam memberdayakan masyarakat pesisir,’’ ujar Bayu Brahmasta.

Baca juga :  Ayu Pratiwi “Go” Nasional

Ketua Panitia Lomba Susur Mangrove, Komang Antara, mengatakan, lomba susur mangrove diikuti 50 tim yang terdiri dari 100 orang. Lomba ini dikategorikan menjadi dua yakni pelajar dan umum. ‘’Kegiatan ini selain memeriahkan HUT ke-232 Koto Denpasar, juga bertujuan untuk melestarikan habitat pantai dan berupaya meningkatkan motivasi masyarakat untuk melestarikan sumber daya alam yang ada di Kota Denpasar,” katanya. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.