BANGLI – Pemkab Bangli memutuskan membuka kembali untuk umum Lapangan Kapten Mudita, Bangli, yang sempat ditutup karena jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat. Saat ini jumlah kasus menurun sejak diterapkan PPKM Mikro III yang menyasar tempat kerumunan warga, sehingga dapat menekan intensitas penyebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli. Selasa (16/3/2021) juga dilaksanakan vaksinasi kepada 1377 warga terdiri dari ASN, tokoh seni dan PHRI yang dipusatkan di Lapangan Kapten Mudita dan tempat lain.
Penutupan Lapangan Kapten Mudita merupakan langkah Pemkab Bangli untuk penanggulangan Covid-19, mengantisipasi naiknya kasus positif Covid-19, serta upaya mencegah terjadinya klaster fasilitas publik. Pembukaan kembali fasilitas publik untuk umum merupakan hasil evaluasi penanganan Covid-19.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar menyampaikan, vaksinasi masal yang difokuskan di Lapangan Kapten Mudita berkaitan dengan kehadiran Presiden Jokowi di Bali. Vaksinasi di Lapangan Kapten Mudita menyasar 500 orang dari 1.377 orang, sisanya di enam lokasi dengan melibatkan 50 tenaga medis. Dengan vaksinasi ini diharap warga mendapat kekebalan tubuh. ”Mudah-mudahan droping vaksin lebih banyak lagi, sehingga sasaran penerima akan lebih luas,” ujarnya.
Sedana Arta berkata, baru tiga lokasi ditetapkan sebagai zona hijau di Bali, sedangkan Kabupaten Bangli belum termasuk. Dia berharap secara umum Bali bisa dijadikan zona hijau agar pariwisata kembali bangkit.
Disinggung kendala vaksinasi massal ini, dia menyebut terlambatnya droping ke Bangli. Jika distribusi lancar, bisa dipakai metoda banjar dengan seluruh tenaga medis yang dilibatkan nantinya dari swasta, dan mahasiswa perguruan tinggi kesehatan menjadi relawan. gia
























