POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Permasalahan sampah yang berlarut-larut akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan efek negatif. Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus segera diatasi, dan sekolah dapat menjadi pelopor peduli lingkungan.
Seperti apa cara mengelola sampah yang benar? Dan bagaimana cara sekolah mengelola sampah yang selalu mendampingi dan menjadi bayang-bayang yang akan selalu mengikuti kita sampai ke masa depan?
SMPN 15 Denpasar (Spenlibel) mengajak para siswa membuat kerajinan daur ulang sampah pada Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan berjudul “Sampahku Masa Depanku”. Dengan menggandeng Komunitas Satya Bali Kreatif, para siswa diajarkan memanfaatkan sampah menjadi barang-barang yang bermanfaat dan barang-barang yang bernilai jual tinggi seperti bokor persembahyangan, bunga hias, aksesoris, hiasan rumah, tempat minuman, dan lain-lain.
‘’Bila kita lalai dalam pengelolaan sampah maka masa depan lingkungan kita akan hancur. Namun ketika kita bijak mengelola sampah, masa depan kita akan cerah. Selain lingkungan asri, sampah juga dapat menghasilkan uang karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi,’’ kata Kepala SMPN 15 Denpasar, Ni Wayan Purnasih, Kamis (7/9/2023).
Kegiatan P5 juga diisi dengan sosialisasi penanganan sampah dengan mengundang narasumber dari DLHK Kota Denpasar dan pengelola TPST Padangsambian Kaja. Selain itu menyerukan kepada warga sekolah mengurangi penggunaan botol sekali pakai pada minuman yang dijual dengan membawa tumbler, mengurangi pembungkus makanan dari plastik, menjual air ulang dalam bentuk galon, membuang sampah sesuai dengan jenis sampahnya dan siswa melakukan pemilahan langsung.
‘’Kita harapkan dari kegiatan P5 ini, para siswa dapat menularkan perilaku peduli sampah kepada keluarga, teman, tetangga dan warga masyarakat yang lain,’’ pungkas Purnasih. tra






















