POSMERDEKA.COM, BANGLI – Pemasaran bawang produksi petani Kaldera Gunung Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli sekarang mulai menembus pemasaran di daerah Jawa. Salah satunya adalah pasar di kawasan Malang, Jatim.
Jro Nick, petani bawang di Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Kamis (24/9/2026) menuturkan, belakangan ini pemasaran bawang mulai dipasarkan ke wilayah Jawa. Pemasaran paling besar adalah daerah Malang, Jatim. “Sesuai informasi pengepul, untuk permintaan bawang paling tinggi adalah Malang. Sebab, musim panen kita saat ini tidak bersamaan,” katanya
Disinggung produksi bawang tahun ini, jelasnya, saat ini tengah memasuki musim panen. Produksi juga dinilai tergolong cukup bagus. Untuk lahan 25 are bisa menghasilkan sekitar 2 ton bawang. “Sejatinya kita jarang nimbang, lebih banyak saudagar yang nimbang,” dakunya.
Untuk bawang bali asli harganya disebut Rp13 ribu per kilogram. Sementara untuk bawang bali karet harganya bisa mencapai Rp15 ribu per kilo. Bawang bali asli lebih murah, jelasnya, lantaran permintaan di Bali sangat kecil, berbanding terbalik dengan pasar Jawa yang justru laris.
Di tengah musim kemarau seperti sekarang ini, ucapnya, selain bawang harganya yang bagus, komoditas lain juga lumayan mahal di pasaran. Sebut saja harga cabai juga lumayan bagus, sehingga petani bisa mendapatkan sedikit keuntungan. “Berapa pun harganya, kami selaku petani patut mensyukuri. Naik-turun harga itu sudah biasa. Nasib kami bagus kena di harga tinggi,” pungkasnya. gia























