POSMERDEKA.COM – Atlet belia skateboard Indonesia Ni Wayan Malana Fairbrother finish di posisi keenam nomor street putri setelah mengumpulkan total nilai 136,97 pada putaran final di Aichi Sky Expo, Nagoya, Jepang, Minggu (27/9/2026).
Wayan Malana yang tampil pada urutan pertama mengawali penampilannya dengan mencatatkan nilai 8,04 pada kesempatan pertama. Atlet asal China Zhu Yuanling langsung mengejutkan dengan meraih 74,56 poin, sebelum atlet Jepang Ibuki Matsumoto mengambil alih posisi teratas setelah membukukan 75,08 poin.
Pada kesempatan kedua, Malana tampil apik melalui sejumlah trik, termasuk kickflip dan backflip, dan mendapatkan nilai 51,55. Sementara itu, Jiyul Shin dari Korea Selatan mencatatkan 67,51 poin untuk menempati posisi ketiga sementara. Matsumoto kembali tampil kuat pada kesempatan kedua dengan membukukan 79,03 poin sehingga tetap berada di posisi teratas.
Memasuki kesempatan ketiga, Malana memperbaiki catatannya melalui sejumlah trik, salah satunya frontside flip. Ia juga mampu menaklukkan sejumlah obstacle hingga mendapatkan nilai terbaiknya pada sesi run, yakni 61,28.
Zhu kemudian mencatatkan nilai 79,73 pada kesempatan ketiga sekaligus mengambil alih posisi teratas. Atlet Jepang Oda Yumeka juga tampil mengejutkan dengan meraih 71,21 poin dan menempati posisi ketiga sementara. Hasil pada kesempatan ketiga tersebut membuat Malana turun ke posisi keenam sebelum memasuki sesi trick.
Pada trick pertama, Malana gagal menuntaskan gerakannya. Dua atlet China, Zhu Yuanling dan Cui Chenxi, tampil kuat dengan masing-masing mengumpulkan 78,96 dan 85,66 poin. Oda Yumeka mencatatkan nilai tertinggi pada sesi tersebut, yakni 90,75 poin setelah berhasil mengeksekusi trik flip.
Malana kemudian bangkit pada trick kedua. Dengan sempat menunjukkan ekspresi tegang, ia berhasil mengeksekusi trik dan langsung meluapkan kegembiraan setelah papan skor menunjukkan nilai 75,69. Namun, Malana gagal menyelesaikan trick terakhir sehingga total nilainya berhenti di angka 136,97 dan menempatkannya di posisi keenam.
Medali emas diraih Zhu Yuanling dengan total nilai 166,57. Oda Yumeka meraih perak dengan 161,96 poin, sementara perunggu menjadi milik Cui Chenxi dengan total 156,60 poin.
Sebelumnya, Malana memastikan tempat di putaran final setelah melewati fase pre-eliminasi pada Sabtu (26/9). Ia mengumpulkan total nilai 101,61, dengan catatan 36,46 pada run pertama, 37,52 pada run kedua, serta 64,10 poin pada trick kedua.
Atlet skateboard putri Indonesia lainnya, Zeefara Mahika Darmawan, tidak lolos dari fase pre-eliminasi setelah mengumpulkan total nilai 83,43. Ia mencatatkan nilai run tertinggi 23,35 dan 60,08 poin dari trick.
Pada putaran final, setiap atlet mendapat waktu 45 detik untuk melakukan tiga kali run dan tiga kali trick. Jumlah kesempatan tersebut lebih banyak dibandingkan fase pre-eliminasi yang hanya memberikan dua kesempatan tampil.
Penilaian juri berada pada rentang 0,00 hingga 100,00 poin. Skor run tertinggi dijumlahkan dengan skor trick tertinggi untuk menentukan nilai akhir. Aspek yang menjadi pertimbangan juri meliputi tingkat kesulitan, variasi gerakan, kualitas eksekusi trik, konsistensi, flow, serta aturan mengenai repetisi.
Tetap Bangga
Meski gagal meraih medali, Malana mengaku tetap bangga dengan penampilannya pada Asian Games pertamanya. Ia menilai hasil tersebut justru menjadi dorongan untuk terus mengejar mimpinya.
“Ini adalah salah satu perlawanan terbaik yang pernah saya lakukan. Saya mungkin telah melakukan kickflip terbaik yang pernah saya lakukan. Saya tidak pernah melakukan kickflip sebesar itu sebelumnya,” kata Malana.
“Saya benar-benar ingin mendapatkan medali. Tapi, kalau saya sudah memberikan semuanya dan masih tidak cukup, berarti saya harus terus berjalan. Saya harus terus mendorong impian saya,” ujar Malana, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman, serta timnas Indonesia yang terus memberikan dukungan. Keluarganya tidak dapat hadir langsung di Nagoya, tetapi tetap menyaksikan perjuangannya dari Indonesia.
Asian Games Aichi-Nagoya menjadi pengalaman penting bagi Malana yang baru berusia 14 tahun. Ia mengaku sejak kecil mencoba berbagai olahraga, mulai dari renang, bola basket hingga sepak bola, sebelum akhirnya jatuh cinta kepada skateboard.
“Saya masih surfing, masih bermain basket, masih bermain sepakbola. Saya masih belajar juga. Jadi, saya hanya seorang 14 tahun yang biasa, yang hanya mengejar impian,” sambungnya.
Selanjutnya, Malana menatap perjalanan menuju panggung dunia untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. “Saya akan pergi ke Paraguay bulan depan dan semoga bisa berhasil di sana juga,” ujar Malana.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Malana menyadari masih banyak hal yang perlu dikembangkan, termasuk kemampuan melakukan trik dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. “Saya pikir saya hanya harus mendapatkan trik yang lebih besar, lebih banyak kombinasi, dan saya harus tetap bahagia,” pungkasnya. yes























