POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pespa Padangsambian melaju ke partai pamungkas untuk menantang Guntur FC di final Liga Perseden 2026 Kategori Senior, setelah tim besutan Pelatih I Nyoman Jumada itu, menghajar POPP Pegok 5-1, pada laga semifinal kedua, di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Sabtu (26/9/2026).
Baru saja peluit kick off berjalan 2 menit, Pespa sudah memulai pestanya setelah striker I Nyoman Sukarja berhasil merobek gawang POPP yang dijaga kiper Ello Reyhan. Bahkan 15 menit berselang, Sukarja sukses menggandakan keunggulan Pespa di menit 17.
Unggul 2-0, Pespa yang memang unggul materi pemain semakin agresif melakukan serangan. Sementara POPP Pegok yang ditangani Pelatih Ari Sudaryono, dibuat lebih fokus di garis pertahanannya, dengan sesekali melakukan serangan balik.
Karena terus ditekan, Pespa akhirnya membuat gol ketiganya di pengujung babak pertama (45+1), yang dicetak gelandang serang mereka I Kadek Juliantara. Skor 3-0 mengakhiri laga di babak pertama yang dipimpin Wasit Nengah Jati Artawan.
Selepas jeda, Pespa tetap tidak mengendurkan serangannya di babak kedua walau sudah leading tiga gol. Dan pada menit ke-53, akhirnya sang kapten Made ”Mucin” Antha Wijaya yang punya tembakan spesial bola-bola servis berhasil membawa timnya unggul 4-0.
POPP Pegok sempat mencuri satu gol yang dicetak pemain pengganti Komang Indra di menit 82. Namun gol Indra hanya bertahan 3 menit, setelah pemain pengganti Pespa Komang Aditya, kembali memaksa kiper Ello Reyhan untuk kelima kalinya memungut bola dari gawangnya sekaligus menutup laga itu dengan skor 5-1 untuk Pespa.
Partai final Liga Perseden 2026 untuk kategori senior antara Pespa kontra Guntur FC akan dilangsungkan Minggu (4/10/2026) mendatang. Guntur FC lebih dulu melaju ke final, setelah sehari sebelumnya Sabtu (26/9) menghempaskan Pors Sanur dengan skor 2-0.
Sebelum laga final tersaji, akan dilangsungkan partai perebutan juara 3-4 antara Pors Sanur dan POPP Pegok, yang akan dilangsungkan Sabtu (3/9) mendatang. yes
Sununan Pemain
Pespa: I Komang Adi Wiguna (g), I Made Tri Somadana/I Wayan Rival Adi Prama (72), Anak Agung Made Dwika/I Wayan Dimas Putra (80), I Komang Aldita, Joriel Jethro, Made ”Mucin” Antha Wijaya (c), Kadek Ari Premana/Komang Sumantra (72), Kadek Juliantara/Ida Bagus Bramastha (61), I Nyoman Sukarja/Komang Nathan (61), Putu Julyo Haraiva Kertajnya/Komang Aditya (HT), Gede Angga Pratama/Yulius Larsan Holo (HT)
Pelatih: I Nyoman Jumada
POPP Pegok: Ello Reyhan (g), Denta Mahendra, Mukhamad Radit/Putu Ardi Antara (HT), Andre Victor/Raino Dino (68), Rifaldo Setiawan Santosa (c), Made Tristan/Franky Naulion (77), Aloysius Figo/Gede Ardra Pratama (77), Komang Bayu Setiawan/Komang Indra (77), Pionius Malvindo Geli, Andi Permadi/Gede Sukadana Pratama (24), Gustaf Agepe Marselino/Eka Pradana Putra
Pelatih: Ari Sudaryono























