Asian Games 2026: Tim Bulutangkis Indonesia Loloskan 4 Wakil di Babak Semifinal

TUNGGAL putra Indonesia Alwi Farhan melakukan smes ke arah pebulutangkis putra China Li Shi Feng saat final beregu Asian Games Aichi Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang, Kamis (24/9/2026). Alwi Farhan menang dalam tiga gim dengan skor 23-21,15-21 dan 21-16. foto: dok

POSMERDEKA.COM – Tim bulutangkis Indonesia meloloskan 4 wakilnya di babak semifinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal, Minggu (27/9/2026).

Keempat wakil Merah Putih itu yakni; Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (ganda putra), tunggal putra Alwi Farhan dan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Fiolina Marwah.

Read More

Sementara tunggal putra Jonatan ”Jojo” Christie yang juga berjuang di babak perempatfinal, kandas di tangan wakil Singapura Loh Kean Yew, dengan dua gim langsung 14-21, 19-21. Dan ini menjadi sau-satunya kekalahan Jojo dari Loh dari 11 pertemuannya.

Tentu hasil yang sangat mengecewakan bagi Jojo yang sesungguhnya menjadi tulang punggung tim bulutangkis Indonesia, mengingat dia adalah pemain nomor satu dunia di sektor tunggal putra.

Namun kekalahan dari Loh bisa dimaklumi, mengingat Jojo menyelesaikan pertandingan babak 16 besar pada Minggu pukul 02.00 dini hari waktu setempat, dan harus melanjutkan pertandingan pada siang ini.

“Jam dua baru selesai, perjalanan (dari venue ke wisma atlet) 50 menit, baru tidur mungkin 03.30, bangun jam 09.00. Waktu datang ke sini badan terasa oke, tapi pas sudah bertanding powernya, speednya, dipakai sedikit langsung lemas,” ungkap Jojo, usai laga.

“Saya coba buat memaksa fight back, tapi badan langsung lemas lagi. Kaki, tangan, semua power drop habis begitu rasanya. Gak ada tenaga sama sekali. Yah mungkin rezekinya Loh juga,” katanya menambahkan.

Beruntung kekalahan Jojo, ditebus juniornya Alwi Farhan yang tampil perkasa saat menyingkirkan pemain gaek berpengalaman Chou Tien-Chen (Taiwan) dengan dua gim langsung 21-10, 21-11.

Alwi mengaku kunci kemenengannya atas Chou karena bisa menguasai emosi dirinya. Ini tidak terlepas dari sikap Chou yang berulang kali memperlambat permainan, sehingga mengganggu fokus Alwi dalam bertanding.

“Lumayan tricky tadi. Kita tahu ya beberapa kali dia juga banyak sekali ini-itu. Tapi saya tetap bisa menguasai, tetap bisa mengontrol jalannya pertandingan, tetap bisa mengontrol emosi saya. Cukup bersyukur dan cukup puas,” ungkap Alwi setelah pertandingan.

Alwi mengaku tetap mempertahankan semangat dan komitmennya untuk terus berjuang maksimal. Kendati dipastikan meraih medali perunggu dengan lolos ke semifinal, namun ia memproyeksikan bisa mendulang medali emas.

Apabila itu terwujud maka Alwi sukses mengawinkan gelar juara bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026, setelah sebelumnya memenangkan nomor beregu putra dengan mengalahkan tim China.

Di babak semifinal Senin (28/9) siang ini, Alwi akan menantang unggulan kedua dari Thailand Vitidsarn Kunlavut. Namun ia tidak gentar menghadapi pemain peringkat 2 dunia itu.

“Masih ada perjuangan yang harus saya teruskan. Apa pun caranya harus bisa, apa pun kondisinya harus mau. Now or Never!,” ucap Alwi, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Ganda Putra
Indonesia berpelung menciptakan ”all Indonesia final” setelah dua wakil Merah Putih tetap utuh (2 wakil) hingga babak semifinal. Fajar/Fikri lebih dulu ke semifinal setelah menyingkirkan wakil Korea Selatan Ki Dong Ju/Kang Min Hyuk, melalui laga tiga gim 21-14, 20-22, 21-14.

Selanjutnya di babak semifinal, Fajar/Fikri akan menantang ganda putra terbaik China Liang Weikeng/Wang Chang. Di sisi lain, pertemuan ini menjadi kesempatan Fajar/Fikri membalas kekalahannya pekan lalu dalam laga beregu. Kala itu, Fajar/Fikri menyerah dalam duel tiga gim, 20-22, 21-19, 14-21.

“Saya ingin menampilkan yang terbaik, hari demi hari ingin tampil baik karena lawannya juga makin ke sini makin bagus. Intinya saya mau upgrade medali saya di nomor individu. Kemarin dapat dua perak, sekarang mau dapat dua emas,” ungkap Fajar.

Dalam kesempatan yang sama, Fikri juga sependapat dengan rekan mainnya tersebut. Fikri yang baru kali pertama tampil pada Asian Games, juga ingin meraih medali terbaik. Ia tak puas meski sukses mengamankan medali emas dari nomor beregu putra.

“Senang sekali minimal bisa mendapatkan dua medali, tapi juga belum puas karena pertandingan belum selesai. Saya berharap berlanjut dan bisa menyamakan warna medali dengan tim beregu kemarin,” kata Fikri.

Beberapa saat kemudian, Leo/Daniel menyusul Fajar/Fikri menjejak semifinal, setelah tanpa kesulitan berarti mengatasi perlawanan wakil Vietnam Nguyen Dinh Hoang/Tran Dinh Manh, dengan dua gim langsung 21-6, 21-10.

Di semifinal, Leo/Daniel akan bersua ganda terbaik Korsel Kim Won Ho/Seung Jae Seo. “Di sini kan ada kesempatan, jadi kami tidak mau menyia-nyiakan. Kami tidak mau terulang lagi lah (di Guangzhou), makanya di sini kami maksimalkan kesempatan yang ada dan bisa bermain lebih baik lagi,” kata Daniel

Satu wakil Indonesia lagi yang ke semifinal adalah ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, setelah secara mengejutkan mengatasi jagoan Korsel Jo Sung Hyun/Jeong Na Eun, melalui pertarungan tiga gim 21-9, 12-21, 21-19.

“Asian Games digelar empat tahun sekali, jadi kami ingin menyumbang medali bagi Indonesia, juga terutama tim ganda campuran yang sudah percaya dan membantu kami,” tutur Nita.

Keberhasilan Amri/Nita mengatasi lawan yang sulit sempat mereka ungkapkan lewat selebrasi emosional setelah pertandingan. “Pasangan Korea punya speed yang bagus, mainnya juga baik, pertahanannya kuat. Jeong juga tadi sangat tenang di lapangan. Memang tidak mudah tapi alhamdulillah kami bisa mengatasinya,” ucap Amri.

Amri juga sangat senang karena dengan lolos ke semifinal, maka ganda campuran dipastikan mendapat medali perunggu. Namun capaian tersebut juga berpeluang lebih baik, jika mereka lolos ke babak final. “Sangat senang bisa menyumbang medali untuk Indonesia dari sektor kami di ganda campuran,” katanya menambahkan.

Pada babak empat besar, Senin (28/9), Amri/Nita akan bertemu ganda campuran peringkat 1 dunia asal China Feng Yan Zhe/Huang Dongping. Laga tersebut akan menjadi pengulangan pertemuan kedua pasangan pada babak semifinal Kejuaraan Dunia.

“Pastinya kami menantikan partai ini, semoga kali ini kami dapat hasil yang lebih baik. Kami harus lebih siap dengan pola-pola mereka dan startnya tidak boleh tertinggal,” pungkas Amri. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.