POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Ribuan pamedek dari Catur Desa—meliputi Desa Adat Bugbug, Bebandem, Datah, Ngis, dan Jasri—tumpah ruah mengikuti puncak ritual Aci Usabha Gumang. Rangkaian upacara sakral yang digelar setiap dua tahun sekali ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (24/9/2026) hingga Sabtu (26/9/2026) di Pura Bukit Gumang dan Pura Bale Agung, Desa Adat Bugbug, Karangasem.
Penyarikan Gede Desa Adat Bugbug, I Nyoman Bagus Purna, menjelaskan, ritual diawali pada Kamis sore, ketika pralingga Ida Bhatara dari Catur Desa memargi menuju Pura Bukit Gumang.
“Prosesi aci di Pura Bukit Gumang dimulai sekitar pukul 15.00 Wita, diawali kedatangan Ida Bhatara dari Bebandem dan berlangsung hingga pukul 23.00 Wita. Upacara di-puput oleh Jro Mangku Pura Gumang bersama para Jro Mangku dari Bebandem, Ngis, dan Bugbug,” terangnya.
Lebih jauh diungkapkan, setibanya Ida Bhatara Bebandem di Pura Bukit Gumang, prosesi dilanjutkan dengan ritual Mabiasa atau Mapurwadaksina bersama Ida Bhatara Gede Gumang dengan mengelilingi mandala upacara sebanyak tiga kali. Setelah itu, pralingga distanakan di panggungan, disusul kedatangan pralingga Ida Bhatara dari Desa Adat Ngis, Jasri, dan Datah.
“Ritual Mabiasa ini merupakan tradisi warisan leluhur turun-temurun. Saat upacara berlangsung, Ida Bhatara Gede Gumang tedun untuk Mapurwadaksina khusus bersama Ida Bhatara Gede Bebandem, sementara Ida Bhatara lainnya menunggu di panggungan,” jelasnya.
Puncak krama yang membludak terjadi pada Jumat (25/9/2026), saat rangkaian Aci Usabha Gumang bergeser ke Pura Bale Agung. Sekitar pukul 09.00 Wita, Ida Bhatara Gumang bersama Ida Bhatara Catur Desa tedun dari Pura Bukit Gumang melintasi kawasan Desa Adat Bugbug diiringi ritual Mabiasa atau Ngambeng, sebelum akhirnya pelinggih pralingga disemayamkan di Pura Bale Agung.
Rangkaian Aci Usabha Gumang resmi berakhir pada Sabtu (26/9/2026), ketika Ida Bhatara Catur Desa mantuk atau kembali menuju desa adat masing-masing.
Guna mengantisipasi kemacetan dan menjaga kekhusyukan ibadah, puluhan personel gabungan dari Polres Karangasem, Polsek Karangasem, dan Dinas Perhubungan Karangasem diterjunkan bersinergi dengan Pecalang Jagabaya Desa Adat Bugbug. Petugas memberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas di sepanjang rute yang dilalui iring-iringan warga yang mundut pralingga Ida Bhatara. nad























