KPU Tabanan Belum Rancang Anggaran Pilkada 2024

  • Whatsapp
KETUA KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa. Foto: gap
KETUA KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa. Foto: gap

TABANAN – KPU Tabanan belum merancang penganggaran Pilkada 2024. “Di samping masih sekitar tiga tahun lagi, hal itu juga belum diundangkan, dan masih digodok dalam simulasi,” ungkap Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, rancangan untuk itu juga belum ada tahapan. “Kami di daerah tentu juga menunggu aturan dan mekanisme segala sesuatunya, apakah undang-undang pilkada dan legislatif nanti ada perubahan atau tidak,” ujar Weda.

Bacaan Lainnya

Sesuai wacana yang berkembang, katanya, dalam Pemilu 2024 mendatang, jika disetujui untuk pelaksanaannya sekitar Maret-April. Sementara Pilkada diperkirakan akan berlangsung pada November. Perkiraan sekitar April 2024 mendatang untuk pemilu legislatif, mulai dari pemilihan untuk DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR RI dan DPD, serta pemilihan presiden. “Sementara Pilkada 2024 diperkirakan pada November, yakni untuk pemilihan bupati/walikota dan pemilihan gubernur,” terang Weda.

Kembali menyoal rancangan penganggaran pilkada, Weda mengaku untuk saat ini belum bisa memberikan gambaran. Namun, dari pengalaman pada Pilkada Tabanan 2020, dikatakan jika pada awalnya telah dirancang anggaran Rp34 miliar.

“Ketika itu, anggaran yang dirancang untuk Pilkada Tabanan 2020 sebesar itu dirumuskan sebelum Covid-19. Sampai kemudian kami juga tidak bisa berbuat banyak pada waktu itu, dan setelah melalui perjuangan berliku, akhirnya disetujui dana sebesar Rp26,8 miliar. Dana sebesar itu direalisasikan dalam berbagai kegiatan dan tahapan pilkada, termasuk untuk acara debat calon dan lain sebagainya,” bebernya.

Baca juga :  BWF Izinkan Tiga Pemain Positif Covid-19 boleh Tanding di Thailand Open

Namun, setelah Pilkada Tabanan 2020 berlalu, Weda menyebut masih ada sisa dana sekitar Rp3 miliar, yang nantinya akan dikembalikan ke pemda. “Sisa dana sekitar itu, saya lupa pastinya, dan akan kami kembalikan ke pemda. Namun, kami juga masih menunggu rincian lebih lanjut,” pungkasnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.