Korea Open 2026: Isyana/Rinjani, Alwi Farhan dan Mutiara Terhenti di Babak 16 Besar

GANDA putri Indonesia Isyana Syahira Meida (kanan) dan Rinjani Kwinnara Nastine (kiri) saat menghadapi pasangan Jepang Rui Hirokami/Sayaka Hobara pada babak 16 besar Korea Open 2026 di Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM – Tiga dari lima wakil Indonesia yang lolos 16 besar, gagal melangkah ke babak 8 besar (perempatfinal) Turnamen BWF Super 500 Korea Open 2026, di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026).

Ketiganya yakni; ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, tunggal putra Alwi Farhan dan tunggal putri Mutiara Ayu Puspitasari. Mereka harus mengakhiri perjuangannya hingga babak kedua (16 bear).

Read More

Alwi Farhan sebenarnya punya kesempatan naik podium tertinggi, menyusul absennya sejumlah pemain top 5 di turnamen. Namun sayang, Alwi justru disingkirkan pemain non unggulan berperingkat 45 dunia Wang Po-Wei (Taiwan) melalui pertandingan tiga gim 21-17, 23-25, 15-21.

Alwi yang menjadi unggulan keempat di turnamen ini mengakui kondisi fisiknya belum optimal. “Catatan utamanya adalah latihan cardio dan maintain badannya masih kurang, ini yang harus saya kejar lagi untuk turnamen pekan depan di Kumamoto,” kata Alwi setelah laga.

Kendati kecewa dengan hasil tersebut, Alwi tetap mengapresiasi perjuangannya sendiri karena telah berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik di tengah persiapan yang belum ideal. “Pastinya tidak cukup puas tapi tetap bangga dan bersyukur sudah mencoba apapun caranya walau saya rasa persiapan yang dibawa ke sini tidak begitu maksimal,” katanya.

Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Alwi untuk meningkatkan daya tahan fisik sekaligus memperkaya pilihan serangan sebelum kembali bertanding pada turnamen di Kumamoto, Jepang, pekan depan.

Sementara itu, Mutiara Ayu Puspitasari harus mengakui keunggulan unggulan keenam asal Taiwan Lin Hsiang Ti, melalui laga tiga gim 20-22, 21-19, 13-21. “Saya merasa di pertama kali menghadapi turnamen Super 500, saya bersyukur penampilan saya cukup baik,” kata Mutiara, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Mutiara menilai penampilannya mengalami peningkatan dibandingkan pertandingan sebelumnya. Namun, ia mengakui masih kesulitan menjaga ketenangan dan keyakinan ketika pertandingan memasuki poin-poin kritis.

Pada gim pertama, Mutiara sebenarnya memiliki peluang untuk merebut kemenangan sebelum kehilangan momentum pada pengujung gim. Ia kemudian mampu memberikan perlawanan dan merebut gim kedua, tetapi gagal mempertahankan momentum ketika Lin meningkatkan tekanan pada gim penentuan.

“Gim pertama memang ada kesempatan tapi saya merasa kurang tenang dan kurang yakin menghadapi poin-poin kritis. Gim kedua sudah cukup berjalan baik tapi di gim ketiganya, ketika poinnya ketat, lagi-lagi saya merasa pressure pemain yang lebih top level itu berbeda ya dari tekanan pukulan dan tekanan mainnya,” ujarnya.

Hilang Momentum
Sedangkan Isyana/Rinjani kalah dari pasangan Rui Hirokami/Sayaka Hobara (Jepang) yang menjadi unggulan keenam melalui pertandingan tiga gim 15-21, 21-17, 15-21.

Usai laga, Isyana/Rinjani mengakui kehilangan momentum pada gim penentuan. “Setelah interval gim ketiga, kami tidak sadar polanya melambat, tidak secepat di gim kedua atau awal gim ketiga. Poinnya sempat kejar-kejaran tapi ketika tersusul,hawa kami makin turun, permainannya juga,” kata Isyana.

Isyana menilai perubahan tempo permainan membuat mereka gagal mempertahankan momentum setelah merebut gim kedua. Menurut dia, pertandingan tersebut menjadi pelajaran untuk lebih cepat membaca situasi dan mengubah strategi ketika lawan mulai mengejar perolehan poin.

Sementara itu, Rinjani menilai permainan mereka menunjukkan perkembangan, terutama dalam menerapkan hasil latihan saat bertanding. “Alhamdulillah hari ini permainannya cukup baik. Kami cukup senang bisa bermain seperti sekarang. Sebenarnya semenjak di Kudus apa yang kami latih itu sudah keluar di pertandingan, ke depan semoga kami bisa terus lebih baik,” ungkapnya.

Rinjani juga menganggap kesempatan menghadapi pasangan unggulan Jepang pada turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas permainan. “Tampil di sini pun jadi pengalaman terbaik buat kami,” pungkasnya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.