Buka Porsenijar PGRI Bali 2026, Putri Koster Ajak Guru Perkuat Mental Pejuang dan Soft Skill

IBUNDA PGRI Bali, Putri Suastini Koster, saat membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Bali 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Denpasar pada Jumat (6/11/2026). Foto: ist
IBUNDA PGRI Bali, Putri Suastini Koster, saat membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Bali 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Denpasar pada Jumat (6/11/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR — Ibunda PGRI Bali, Putri Suastini Koster, menekankan pentingnya membangun mental pejuang pada insan pendidik. “Kompetisi di lingkungan guru bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, melainkan juga untuk melatih mental, kedisiplinan, sportivitas, dan kreativitas,” ujar Putri Suastini Koster, Jumat (6/11/2026).

Penegasan tersebut disampaikan Putri Koster saat membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Bali 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Denpasar. Porsenijar PGRI Bali 2026 ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 6–7 November 2026.

Read More

Putri Koster mendorong para guru agar tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga memperkuat kemampuan interpersonal (soft skill) yang dibutuhkan dalam kehidupan profesional maupun sosial. Ia juga mengajak para peserta untuk berani menunjukkan kemampuan dan tampil mengambil bagian dalam kegiatan. Keberanian tampil, menurutnya, merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan diri serta mental yang tangguh.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung perjalanan historis dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan profesi guru melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Regulasi tersebut menjadi tonggak penting dalam pengaturan profesi guru, termasuk pengakuan profesionalisme dan sertifikasi pendidik.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesi guru memiliki perjalanan perjuangan panjang. Oleh karena itu, para pendidik diharapkan terus menjaga martabat profesi, meningkatkan kompetensi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan.

Porsenijar PGRI Bali 2026 menjadi momentum mempererat solidaritas antarguru sekaligus mengembangkan potensi, kreativitas, dan prestasi tenaga pendidik di Pulau Dewata. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Melalui agenda ini, PGRI Bali ingin menegaskan bahwa pengembangan profesionalisme guru tidak hanya berkaitan dengan kompetensi akademik, melainkan juga kesehatan jasmani, kreativitas, karakter, dan semangat kebersamaan.

Ketua PGRI Provinsi Bali, Dr. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan, peserta, panitia, serta mitra yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ibunda PGRI Bali, Putri Suastini Koster, atas perhatian dan dukungannya terhadap perjuangan serta pengabdian para guru di Bali.

Menurut Eddy Mulya, Porsenijar bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana membangun persaudaraan, memperkuat solidaritas organisasi, dan menanamkan nilai-nilai positif di kalangan pendidik.

“Melalui kegiatan olahraga, kita ingin membangun guru yang sehat, tangguh, sportif, disiplin, dan memiliki semangat juang yang tinggi. Melalui kegiatan seni, kita memberikan ruang bagi para guru untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan bakat, sekaligus melestarikan seni dan budaya, khususnya budaya Bali,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, menjaga nama baik organisasi, serta menjadikan Porsenijar sebagai ruang untuk saling mengenal, menguatkan, dan menginspirasi.

Selain Porsenijar, PGRI Bali juga menyiapkan sejumlah kegiatan lain dalam rangkaian HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional 2026. Agenda tersebut mencakup workshop dan peluncuran PGRI Power untuk mendorong transformasi kompetensi guru, penguasaan teknologi, koding, serta inovasi pembelajaran. PGRI Bali juga akan memberikan Anugerah Guru Kreatif dan Inovatif sebagai bentuk apresiasi kepada pendidik yang terus menghasilkan gagasan dan praktik pembelajaran inspiratif.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan aksi bakti sosial di Kabupaten Tabanan sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat. Sementara itu, puncak peringatan HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional 2026 direncanakan berlangsung pada 4 Desember 2026 di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar.

Adapun berbagai bidang yang dilombakan dalam Porsenijar PGRI Bali 2026 meliputi Anugerah Guru, seni tari, musikalisasi puisi, senam, catur, tenis meja, paduan suara, hingga fashion show. Beragam ajang ini memberikan ruang bagi guru untuk menampilkan kemampuan di luar aktivitas mengajar sehari-hari.

Eddy Mulya menegaskan, PGRI tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru, melainkan juga wadah meningkatkan kualitas, martabat, dan profesionalisme pendidik. Memasuki usia ke-81, PGRI diharapkan semakin solid, adaptif, dan inovatif dalam menjawab tantangan dunia pendidikan.

“Guru yang bermartabat akan melahirkan pendidikan yang berkualitas, dan pendidikan yang berkualitas akan menentukan masa depan bangsa,” lugasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.