POSMEDEKA.COM – Meski sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya, tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi harus mengakui ketangguhan pemain ranking 2 dunia Akane Yamaguchi, pada babak perempatfinal Turnamen BWF Super 500 Korea Open 2026.
Bermain di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Jumat (6/11/2026), Kadek Dhinda yang berada di ranking 65 dunia, menyerah dari pemain nomor satu Jepang itu dengan dua gim langsung 13-21, 18-21.
Usai laga tersebut, pemain asal Badung (Bali) itu mengaku banyak memetik pelajaran berharga dan merasa cukup puas dengan pencapainnya dalam Turnamen BWF Super 500 itu.
“Di luar hasil hari ini, saya pasti senang banget karena enggak mudah juga bisa mencapai babak delapan besar, apalagi harus melewati kualifikasi dengan lawan-lawan yang tangguh. Hanya tentunya saya enggak puas juga, pasti ingin hasil yang lebih lagi,” kata pemain yang 9 tahun lebih muda dari Yamaguchi berusia 29 tahun.
Pada pertandingan perempatfinal sekaligus pertemuan pertama menghadapi Yamaguchi sebagai unggulan kedua tersebut, Kadek Dhinfa menilai ia belum bisa tampil maksimal pada laga dengan tempo permainan cepat.
“Saya kurang bisa menahan bola-bola dia, jadi mudah mati sendiri. Pengembalian lobnya sangat dalam dan jauh dari jangkauan, itu membuat saya sangat kesulitan,” ungkap Kadek Dhinda seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Kadek Dhinda pun ingin meningkatkan kondisi fisik usai kekalahan tersebut. “Ke depan pasti harus lebih kuat lagi fisiknya, karena pasti kalau lawannya pemain top itu memang enggak gampang mati, bolanya juga susah-susah,” pungkasnya. yes























