Kreatif! Lewat Inovasi “Tong Bopet”, SMPN 17 Denpasar Ajak Siswa Pilah Sampah Botol Plastik

KERANJANG sampah khusus botol plastik yang diberi nama “Tong Bopet” karya siswa SMPN 17 Denpasar yang tergabung dalam tim “Si Tangan Resik Duta Lingkungan SMPN 17 Denpasar”, di bawah binaan Waka Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 17 Denpasar, Ni Nyoman Ayu Prihatini, S.Pd. Foto: ist
KERANJANG sampah khusus botol plastik yang diberi nama “Tong Bopet” karya siswa SMPN 17 Denpasar yang tergabung dalam tim “Si Tangan Resik Duta Lingkungan SMPN 17 Denpasar”, di bawah binaan Waka Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 17 Denpasar, Ni Nyoman Ayu Prihatini, S.Pd. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR — Masalah sampah masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secepatnya. Banyaknya sampah plastik, seperti botol plastik bekas, turut menjadi penyumbang ancaman bagi kesehatan lingkungan sekolah. Terlebih, sampah plastik tergolong sukar terurai dan membutuhkan waktu hingga ratusan tahun.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mendorong siswa memilah sampah. Salah satu cara unik yang diterapkan di SMPN 17 Denpasar adalah dengan menghadirkan keranjang sampah khusus botol plastik yang diberi nama “Tong Bopet”. Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Read More

Keranjang sampah berbentuk tabung tersebut dibuat secara mandiri oleh para siswa SMPN 17 Denpasar yang tergabung dalam tim “Si Tangan Resik Duta Lingkungan SMPN 17 Denpasar”, di bawah binaan Waka Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 17 Denpasar, Ni Nyoman Ayu Prihatini, S.Pd. Pembelian alat-alat untuk pembuatan “Tong Bopet” ini dibantu lewat dana komite sekolah.

Keterlibatan siswa dan guru ini dimulai dari proses perancangan desain hingga perakitan keranjang sampah. Mengandalkan tangan terampil dan ide-ide kreatif, mereka berhasil menciptakan beberapa keranjang sampah unik yang kini diletakkan di berbagai sudut SMPN 17 Denpasar.

Ayu Prihatini mengatakan, pembuatan keranjang sampah dengan bentuk yang tidak biasa ini bertujuan untuk memunculkan minat siswa dalam memilah sampah. Pihak sekolah memfokuskan pengelolaan khusus pada sampah botol plastik, sementara sampah organik diarahkan ke teba modern.

”Selain untuk mengurangi dampak negatif sampah botol plastik, pembuatan tempat sampah ini juga bertujuan untuk mengasah kreativitas serta wawasan para siswa,” ujar Ayu Prihatini, Jumat (6/11/2026).

Nantinya, jika botol plastik di dalam keranjang sudah penuh, pihak sekolah akan menjualnya ke bank sampah. Ayu Prihatini berharap ke depannya pengelolaan sampah plastik di SMPN 17 Denpasar dapat berkembang ke tahap daur ulang.

Ia menambahkan, sejak adanya “Tong Bopet” ini, para siswa terlihat sangat antusias membuang sampah pada tempatnya. Edukasi pengelolaan sampah pun dinilai berhasil diterapkan, di mana para siswa kini mulai terbiasa memisahkan sampah plastik dan nonplastik. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.