POSMERDEKA.COM – Indonesia menempatkan dua wakilnya, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) dan tunggal putri NI Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, yang melanjutkan perjuangan di babak 8 besar (perempatfinal) Turnamen BWF Super 500 Korea Open 2026.
Bertanding di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026), Kadek Dhinda memenangi ”derby Indonesia” di babak 16 besar. Pemain asal Badung (Bali) itu mengatasi rekan se-Pelatnas-nya Thalita Ramadhani Wiryawan, melalui pertarungan tiga gim 21-15, 17-21, 21-13.
Sementara itu, Ginting di babak 16 besar, mengalahkan wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus dua gim langsung 21-15, 21-16. “Tadi saat match point kehilangan beberapa poin, pasti ada kepikiran kejadian di Malaysia Super 100 baru-baru ini. Saya sudah unggul jauh tapi terkejar dan kebalik,” kata Ginting usai laga.
Pengalaman di Malaysia tersebut sempat membayangi Ginting ketika keunggulannya pada gim kedua terpangkas setelah mencapai poin penentu kemenangan (match point) dalam kedudukan 20-13.
Angus merebut tiga poin beruntun, tetapi Ginting tetap mempertahankan strategi permainan hingga memastikan kemenangan. “Tadi saya coba tidak panik, tidak apa-apa buang 2-3 poin tapi tetap stick ke strategi awalnya. Jangan karena hal itu malah berubah,” ujar Ginting.
Ginting mengaku lebih mengutamakan evaluasi penampilan daripada memikirkan hasil pertandingan. “Bersyukur dan senang bisa kembali ke delapan besar Super 500. Memang sebenarnya tidak terlalu memikirkan hasil tapi lebih ke evaluasi beberapa turnamen belakangan,” kata Ginting .
Ia juga berusaha tidak terbebani status sebagai satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra yang masih bertahan dalam turnamen tersebut. “Tidak ada kepikiran tinggal saya tunggal putra Indonesia di sini, tak mau juga terlalu banyak yang dipikirkan jadi fokus ke diri sendiri dulu,” ujar Ginting, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Pada perempatfinal, Jumat (6/11), Ginting dijadwalkan menghadapi wakil Hong Kong Jason Gunawan yang melaju setelah mengalahkan Lee Chia Hao dari Taiwan dengan skor 19-21, 21-13, 21-11.
Menghadapi Jason yang 8 tahun lebih muda, Ginting harus ekstrawaspada karena pemain yang masih memiliki darah keturunan Indonesia, sedang dalam performa yang menanjak sejak memasuki level senior.
Secara head-to-head memang Ginting unggul, namun kemenangan terakhir mantan tunggal putra terbaik Indonesia itu atas Jason, sudah diraih cukup lama sejak 2024 lalu. Kini Jason Gunawan yang berusia 22 tahun masih berjiwa muda dan memiliki kegesitan yang menjadi modalnya menghadai Ginting yang berusia 30 tahun.
Jumpa Unggulan 2
Sementara itu, Kadek Dhinda akan menghadapi lawan yang lebih berat karena ia akan bertemu sang juara bertahan sekaligus tunggal putri ranking dua dunia, Akane Yamaguchi (Jepang).
Ini akan menjadi pertemuan pertama Kadek Dhinda dengan Yamaguchi yang secara secara kualitas jauh lebih dijagokan. “Besok bertemu Akane (Yamaguchi), saya harus menggunakan kesempatan ini dengan baik,” ujar Kadek Dhinda yang 9 tahun lebih muda dari Yamaguchi yang kini berusia 29 tahun.
”Kesempatan bertemu dia saja tidak mudah mencapainya dan ini pertama kali juga saya lawan pemain top 5. Ya, nothing to lose saja dan berusaha buat menampilkan semua permainan yang saya punya,” pungkas Kadek Dhinda. yes























