KONI Badung Telah Gelontorkan Dana Pembinaan, Nariana Minta Cabor Latihan Mandiri

  • Whatsapp
KETUA Umum KONI Badung, Made Nariana. foto: ist

MANGUPURA – Beberapa hari menjelang Galungan, KONI Badung telah menggelontorkan dana pembinaan kepada semua cabang olahraga (cabor). Dengan adanya dana pembinaan tersebut, diharapkan setiap atlet melakukan pelatihan mandiri, berdasarkan arahan pelatih masing-masing.

“Jumlah dana tersebut diberikan bervariasi, sesuai dengan prestasi cabor masing-masing,” ungkap Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana saat ditemui di kantornya, Rabu (23/9/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Nariana, semua pembina, pelatih dan atlet Badung memahami kondisi Covid-19, sehingga tetap harus menjaga kondisi fisik masing-masing. Seperti jaga jarak, pakai masker dan menggunakan hand sanitizer dalam setiap aktivitas, baik di rumah maupun di luar rumah.

Nariana menjelaskan, sekalipun kondisi Covid-19 masih melanda Bali khususnya Badung, namun masih ada sejumlah cabor aktif melakukan pelatihan. “Pengurus KONI pun akan melanjutkan melakukan monitoring ke lapangan, guna memberikan motivasi dan semangat kepada para atlet Badung,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada sejumlah atlet Badung, yang telah masuk tim PON Bali. “Saya harap para atlet yang lolos PON Papua lebih meningkatkan disiplin latihan untuk menjaga nama Bali. Atlet Badung harus dapat memberikan yang terbaik di PON Papua, demi nama Bali ke depannya,” tegasnya.

Baca juga :  Isi Sensus Penduduk Daring, Ini Caranya

Nariana juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih memperjuangkan dana peralatan untuk cabor kepada Pemkab Badung. “Kalau kondisi dana Badung memungkinkan, pasti akan turun akhir tahun ini. Namun jika tidak, KONI pun dapat memaklumi karena refokusing dana lebih banyak diarahkan untuk menanggulangi Covid-19,” tandasnya.

Pihaknya berharap, seluruh cabor yang ada di bawah KONI Badung memaklumi pandemi yang masih berlangsung ini. Mengingat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat tergantung dari pariwisata. Namun karena adanya pandemi ini, pariwisata mati suri. “Kami harapkan semua pengurus cabor di Badung memahami dan memaklumi kondisi ini,” pungkas Nariana. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.