Klaim Kinerja Pertumbuhan Tertinggi Bank NTB Syariah Dinilai Keliru

ANGGOTA Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Ruslan Turmudzi. Foto: rul
ANGGOTA Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Ruslan Turmudzi. Foto: rul

MATARAM – Klaim manajemen PT Bank NTB Syariah terkait kinerja mereka pada tahun 2021 mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan perbankan lain secara nasional dan BPD se-Indonesia, dinilai tidak tepat. Direktur Utama Bank NTB Syariah dituding tidak bisa membandingkan kinerja pertumbuhan secara langsung antara Bank NTB dengan perbankan secara nasional dan BPD se- Indonesia. Pandangan itu dilontarkan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, Ruslan Turmudzi, Rabu (2/2/2022). 

Menurut Ruslan, bank nasional seperti Bank Mandiri, BRI dan BNI tidak dapat disetarakan dengan Bank NTB walaupun bergerak dalam lapangan yang sama, yakni jasa perbankan. “Ingat, terdapat perbedaan yang mendasar antara lain kapasitas, scope bisnis, cover market dan wilayah, produk, serta jaringan yang sudah lintas benua,” seru politisi PDIP itu.

Read More

Dia menguraikan, jika dibandingkan dengan BPD seluruh Indonesia, tentu kapasita Bank NTB tidak sama kapasitas dengan Bank BPD Jabar, Bank DKI, atau bank daerah lainnya. Sebab, lanjut Ruslan, dari jumlah aset saja, justru perbankan nasional sudah di atas ratusan triliun. Sementara Bank NTB pada tahun 2021 baru mencapai Rp11,2 triliun. “Maka jelas itu jauh (ibarat) bumi dan langit. Karena itu, pertumbuhan perbankan nasional tidak dapat disejajarkan,” tegasnya lantang. 

Ruslan mengibaratkan dalam persepsi logika sederhana. Satu persen pertumbuhan aset perbankan nasional mustahil jika dibandingkan secara kuantitatif dengan Bank NTB yang misalnya tumbuh 100 persen. “Bahkan hingga 600 persen sekalipun,” sindirnya.

Ruslan mengklaim perlu meluruskan persepsi keliru selama ini menyangkut klaim Dirut PT Bank NTB Syariah. Sebab, jika meletakkan kesetaraan yang tidak apple to apple dan tidak berada dalam peer group yang setara, maka kinerja pertumbuhan tertinggi tersebut sangat keliru.

“Saran saya, perlu kompetensi dan integritas di jajaran manajemen Bank NTB dalam melakukan analisis lingkungan bisnis. Ingat, bank ini adalah bank milik pemda dan masyarakat NTB. Sebaiknya berpikir yang objektif dan jangan tinggi-tinggilah,” ungkapnya, lagi-lagi dengan nada menyindir. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.