KI Bali Visitasi Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik di Karangasem

KOMISI Informasi (KI) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan visitasi Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa di Desa Nyuh Tebel di Kecamatan Manggis; dan Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Rabu (25/6/2025). Foto: ist
KOMISI Informasi (KI) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan visitasi Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa di Desa Nyuh Tebel di Kecamatan Manggis; dan Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Rabu (25/6/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali kembali melaksanakan kegiatan visitasi Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa sebagai bagian dari upaya mendorong implementasi keterbukaan informasi di tingkat desa. Kali ini kegiatan visitasi dilakukan di Desa Nyuh Tebel di Kecamatan Manggis; dan Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Rabu (25/6/2025).

Tim penilai terdiri atas Ketua KI Bali, Dewa Nyoman Suardana; Wakil Ketua, Putu Arnata; serta komisioner Adi Arnata dan Wayan Darma. Kunjungan ini turut didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karangasem, I Made Widia.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Perbekel Desa Bebandem, I Gede Partadana, menyampaikan, keterbukaan informasi publik dijalankan dengan baik di wilayahnya. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penghargaan nasional yang diraih Desa Bebandem dalam bidang pelestarian lingkungan, yakni penghargaan Wana Lestari dan Kampung Iklim.

Potensi desa difokuskan pada penguatan sektor pertanian, pengelolaan pasar desa, pengembangan UMKM seperti pande besi, produk lebah madu, arak lokal, serta olahan keripik singkong. Di sektor pariwisata, desa tengah mengembangkan jalur wisata tracking serta usaha ekonomi desa melalui Bumdes. Untuk pengelolaan lingkungan, Desa Bebandem juga memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) sebagai bentuk nyata pengelolaan sampah berbasis sumber.

Tim KI melakukan pendalaman terhadap empat aspek utama penilaian. Yakni capaian prestasi desa, potensi desa, kesiapan implementasi kebijakan daerah seperti pembatasan plastik dan pengelolaan sampah, serta inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sementara di Desa Nyuh Tebel, Perbekel I Ketut Suadnya juga menyampaikan berbagai pencapaian yang diraih desa, salah satunya sebagai Desa Anti-Korupsi. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi publik. Selain itu, dia juga menjelaskan berbagai potensi desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di antaranya pengembangan sektor pariwisata melalui swafoto alam, Bukit Lemped, jogging track, kedai kopi, dan restoran. Kemudian rencana pembangunan hotel di kawasan Baru Gede sebagai penunjang objek wisata Desa Tenganan dan Candidasa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Bebandem dan Desa Nyuh Tebel dapat menjadi percontohan sebagai desa yang informatif, transparan, dan berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan berbasis keterbukaan informasi publik. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses