MATARAM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan agar semua pihak bergandengan tangan dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19. Seruan itu ditujukan kepada semua pihak, baik partai pendukung, oposisi, hingga masyarakat luas. Karena pandemi ini masalah bersama, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, mengecam jika ada pihak yang membuat gaduh situasi pandemi Covid-19 untuk kepentingan politiknya.
“Di era pandemi Covid-19 ini, kita harus bergandengan tangan dan bersatu padu bersama pemerintah agar angka kasus yang terpapar Covid-19 bisa dikurangi, sehingga kita bisa hidup normal kembali. Intinya, tolong jangan sampai malah ini dibikin kesempatan untuk tujuan target politik,” kata Said Aqil dalam siaran tertulisnya, Selasa (27/7/2021).
Menurut Said Aqil, dalam situasi saat ini yang terpenting untuk dilakukan adalah satu barisan menolong masyarakat yang terdampak Covid-19. Terlebih, terangnya, dalam Islam dikenal dengan Hifdzun-Nafs dan juga ada Hifdzun Maal, yakni bagaimana menyelamatkan jiwa terlebih dahulu, baru dilanjutkan pada sisi perekonomian.
“Tidak etis, tidak berakhlak, tidak bermoral orang yang melakukan agenda politik di saat gawat seperti ini. Maka yang paling penting jiwa dulu, nyawa dulu, kesehatan dulu, dengan sekuat tenaga,” pesannya.
Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD dalam diskusi virtual dengan semua ormas, berharap pemuka agama memberi kesadaran kepada umat bahwa Covid-19 itu benar ada dan masih panjang. Karena itu pula pemerintah dengan ormas keagamaan perlu bekerja sama menangani Covid-19.
“Kalau bisa kita ingin mencari peluang kerja sama untuk menangani Covid ini agar lebih baik, kita temukan titik-titik tertentu untuk bekerja sama,” ajak Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 tersebut. rul























